GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Siapkan Skema Hubungkan UMKM Dengan Sektor Industri, KemenKopUKM

Malang Raya, malangterkini.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) sedang menyiapkan program yang menghubungkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan sektor industri untuk meningkatkan daya saing serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki memberikan sambutan pada acara Pertemuan Pusat Usaha Layanan Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) yang diselenggarakan di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat,
mengatakan UMKM dan sektor industri saat ini belum terhubung.
“Data menunjukkan tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah
disconnected dari industri,” kata Teten.

Teten menjelaskan, Indonesia memiliki kurang lebih 64 juta UMKM yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Tercatat lebih dari 90% diantaranya bergerak di bidang industri kreatif.
Menurutnya, dari 17 subsektor ekonomi kreatif, ada tiga sektor besar yang digerakkan oleh pelaku UMKM. Y
aitu 41% pada sektor kuliner, 185 pada sektor fesyen, serta 16% pada sektor kerajinan tangan.

“UMKM kita mandiri dan tidak ada ikatan dengan industri,” ujarnya.

Ditambahkannya, mayoritas pelaku UMKM berstatus mandiri dan hal ini mempunyai implikasi jangka panjang seperti, k
esulitan mengakses teknologi produksi modern dan mengakses pembiayaan, termasuk akses terhadap pasar.

Dalam konteks ini, pemerintah berupaya mendorong terciptanya wirausaha-wirausaha baru supaya sektor UMKM yang ada bisa saling terkoneksi dan terhubung dengan industri sehingga tercipta kue ekonomi baru, lanjutnya.

“Rencananya kita ke depan perlu melahirkan wirausaha-wirausaha baru, sehingga persaingan di UMKM tidak lagi sama seperti dulu. Akan ada persaingan,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia mempunyai peluang menjanjikan di bidang pertanian dan budidaya perikanan. Pelaku UMKM yang bergerak di sektor pertanian dan budidaya perikanan dapat masuk ke dalam rantai pasok sektor industri. Dengan berkembangnya potensi pertanian dan budidaya perikanan, terbuka kemungkinan penggunaan teknologi modern dalam perekonomian, lanjutnya. UMKM dapat menghasilkan produk akhir yang terintegrasi dengan rantai pasok industri domestik dan global. “Kalau ini (pertanian dan budidaya perikanan) kita kembangkan dengan teknik produksi modern, kita tidak hanya bisa menghasilkan produk jadi, tapi juga bisa masuk ke rantai pasok industri dalam negeri bahkan global,” ujarnya. Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sedang menyiapkan sejumlah perusahaan produksi yang dilengkapi dengan teknologi teknologi modern berskala kecil menengah untuk pengembangan kawasan potensial tersebut, tambah Teten. “Inilah potensi UMKM kita. Selanjutnya kita akan membangun fasilitas produksi kecil dan menengah modern yang dikelola oleh koperasi yang akan mengolah sumber daya dalam negeri,” ujarnya.
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Tonton juga video berita Indonesia viral 2024 di bawah ini dari kanal YouTube resmi Pewarta.