Malang, malangterkini.id - Selama enam hari, mulai 21 hingga 27 Juli, warga RW 02 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, berhasil menggelar acara "Semar Tempoe Doeloe 2" untuk kedua kalinya. Acara ini dirancang untuk menarik pengunjung dari berbagai kalangan, dengan memadukan elemen tradisional dan modern.
Menurut Ibnu Taufiq, Ketua RW 02, acara ini sengaja dibagi menjadi dua segmen. Salah satu ruas jalan sepanjang 150 meter dikhususkan untuk kuliner tempo dulu, sementara ruas jalan lain sepanjang 150 meter diisi dengan makanan kekinian. Strategi ini terbukti efektif dalam menarik pengunjung dari segala usia.
"Segmen jajanan tempo dulu di RT 6 banyak diminati oleh kaum lansia yang ingin bernostalgia," jelas Taufiq. Namun, ia menyadari bahwa daya tarik kaum muda juga perlu dipertimbangkan. "Jika tidak dipancing dengan jajanan modern, anak-anak muda mungkin kurang tertarik," tambahnya.
Meskipun demikian, Taufiq tetap berupaya keras untuk menjaga nuansa masa lalu di segmen tradisional. Detail kecil seperti lampu kuning remang-remang, barang antik, transportasi tradisional seperti cikar, dan pertunjukan kesenian seperti mengamen dan bantengan, sengaja dihadirkan untuk menciptakan atmosfer nostalgia.
Taufiq mengakui, segmen kuliner modern terbukti lebih menarik perhatian pengunjung. Ini menjadi poin evaluasi penting untuk acara tahun depan. Mereka berencana untuk memperluas segmen tradisional dan menambah variasi jajanan tempo dulu agar lebih banyak menarik pengunjung.
Strategi Serupa di Malang Djadoel
Strategi yang serupa juga diterapkan oleh penyelenggara acara Malang Djadoel 2. Billy Andi Kurniawan, Ketua Pelaksana Malang Djadoel, mengungkapkan bahwa 60% dari total tenant diisi oleh makanan modern.
"Suasana tempo dulu bisa dihadirkan melalui hal lain, tidak hanya makanan," ujar Billy. Ia mengakalinya dengan menampilkan barang-barang antik dan transportasi zaman dulu. Menurutnya, jika sebuah acara tempo dulu hanya diisi dengan jajanan tradisional, maka segmen pengunjung yang datang akan menjadi terbatas.