Malang, malangterkini.id - Warga di Jalan Candi Bajang Ratu Blok 1, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, dibuat heboh pada Kamis, 31 Juli 2025, setelah seorang tukang bangunan menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sebuah granat. Benda itu ditemukan saat tukang bangunan tersebut sedang menggali tanah untuk membuat septic tank di halaman rumah warga.
Adalah Andik, seorang pekerja bangunan berusia 49 tahun, yang menjadi saksi mata pertama penemuan mengejutkan ini. Ia mengungkapkan bahwa granat tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 1,5 meter. Awalnya, ia tidak menyadari benda itu adalah granat, dan mengira hanya sebuah gantungan lampu tua. Rasa penasarannya mendorongnya untuk mengambil, membersihkan, dan menggosok benda tersebut. Setelah kotorannya bersih, barulah ia menyadari bahwa benda itu memiliki bentuk seperti granat dan bobotnya diperkirakan mencapai 1,5 kilogram.
Andik sempat meninggalkan benda tersebut di lokasi penemuan. Namun, esok harinya ia memutuskan untuk melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Granat yang ditemukan tampak cukup besar dan berkarat, tetapi bagian-bagiannya seperti pemicu di bagian atas masih terlihat jelas.
Polisi yang datang ke lokasi segera memasang garis polisi untuk mengamankan area. Mereka juga mengimbau warga setempat untuk tidak mendekat demi keselamatan. Saat ini, identifikasi dan evakuasi granat masih menunggu kedatangan tim penjinak bom (Jibom) dari Polresta Malang Kota. Proses penanganan benda berbahaya ini sangat bergantung pada keahlian tim Jibom. Tim Jibom memiliki peralatan dan prosedur khusus untuk menangani bahan peledak, sehingga langkah-langkah mereka sangat krusial untuk memastikan keselamatan semua pihak.
Penemuan ini menjadi pengingat akan potensi bahaya yang tersembunyi di bawah tanah, terutama di daerah-daerah yang memiliki sejarah panjang. Pihak kepolisian akan terus bekerja sama dengan tim ahli untuk memastikan benda tersebut ditangani dengan aman dan tidak membahayakan masyarakat sekitar. Evakuasi yang sukses akan menjadi akhir dari ketegangan yang dialami warga setempat. Sementara itu, warga diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi imbauan petugas di lapangan.