Malang, malangterkini.id - Rentetan musibah kebakaran melanda dua rumah di wilayah Kecamatan Pakis dan Pakisaji, Kabupaten Malang, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Insiden ini terjadi pada Rabu sore hingga Kamis dini hari, dengan penyebab yang berbeda, yaitu kebocoran gas LPG dan sisa pembakaran sampah. Total kerugian materi akibat dua kejadian ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kebakaran terbaru menimpa rumah Haryono Budi (29) di Dusun Bamban, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, pada hari Kamis (18/9/2025) sekitar pukul 05.15 dini hari. Menurut Komandan Peleton (Danton) Pemadam Kebakaran (Damkar) Syaiful Anwar, api pertama kali muncul di bagian dapur.
"Pemilik rumah sedang memasak, tetapi ia tidak menyadari bahwa gas LPG-nya bocor," jelas Syaiful.
Api tiba-tiba menyambar saat Haryono sedang memasak. Beruntung, ia berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka bakar. Dalam kondisi panik, Haryono segera meminta bantuan warga sekitar. Warga berusaha memadamkan api, namun kobaran api terlalu besar. Akhirnya, mereka menghubungi Damkar Kabupaten Malang. Dua unit mobil pemadam segera meluncur ke lokasi. Setelah sekitar satu jam lebih berjibaku, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 06.30. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp50 juta.
Sebelumnya, pada Rabu (17/9/2025) pukul 17.00, kebakaran juga melanda sebuah rumah di Jalan Simpang Pakisaji, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji. Rumah milik Nurlaeli (38) ini terbakar akibat sisa pembakaran sampah.
"Penyebabnya, Nurlaeli membakar sampah di halaman belakang rumahnya. Ia diduga meninggalkan aktivitas tersebut, sehingga api dari sampah menyambar pohon kecil yang kering di dekatnya," ungkap Syaiful.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah. Seluruh isi rumah seluas 50 meter persegi ludes dilalap si jago merah, termasuk dapur, ruang tengah, dan sebagian kamar tidur. Dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api pada pukul 18.30. Kerugian materiil yang dialami Nurlaeli juga diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kedua insiden ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga dan mengelola sisa-sisa pembakaran, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.


.png)


