GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Lapas Malang Catat Rekor Pemeriksaan TBC Massal, 8 Warga Binaan Positif

Malangmalangterkini.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang mencapai prestasi luar biasa dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan sukses menyelesaikan skrining kesehatan terhadap 2.454 warga binaan. Dari pemeriksaan masif ini, 8 orang terkonfirmasi positif TBC.

Pencapaian ini menempatkan Lapas Malang sebagai unit pemasyarakatan dengan jumlah peserta pemeriksaan TBC terbanyak di seluruh Jawa Timur. Program yang diberi nama Active Case Finding (ACF) ini berlangsung selama 11 hari dan berakhir pada Senin (22/9/2025). Kegiatan ini menjangkau 428 tahanan dan 2.026 narapidana.

Mencegah Penyebaran TBC di Lingkungan Rawan

Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif merupakan strategi proaktif di mana petugas kesehatan secara aktif mencari penderita TBC di populasi berisiko tinggi. Lingkungan lapas yang padat dan tertutup sangat rentan terhadap penularan TBC. Oleh karena itu, deteksi dini melalui ACF sangat krusial untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit dan mendukung program nasional eliminasi TBC 2030.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Lapas Malang untuk memastikan hak fundamental warga binaan atas layanan kesehatan terpenuhi secara menyeluruh.

Proses Skrining dan Kolaborasi Lintas Instansi

Proses skrining massal di Lapas Malang dijalankan secara sistematis di Klinik Pratama Paricara. Untuk menjamin pemeriksaan optimal, kegiatan ini dilakukan secara bertahap, mulai dari skrining gejala, wawancara medis, hingga pemeriksaan rontgen dada.

Proses diagnosis dipercepat dengan dukungan fasilitas mobil rontgen dari Tirta Medical Center (TMC). Tim dari Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kota Malang juga turut memantau langsung, memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional dan protokol kesehatan.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, mengapresiasi kerja sama tim. "Capaian 2.454 orang ini adalah hasil kerja keras dan sinergi luar biasa dari tim medis internal, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta mitra lainnya," katanya pada Selasa (23/9/2025).

Prioritas Pengobatan dan Pemantauan

Teguh menambahkan bahwa komitmen Lapas Malang tidak berhenti pada skrining. "Ini baru langkah awal. Fokus utama kami selanjutnya adalah penanganan dan pengobatan hingga tuntas," tegasnya.

Delapan warga binaan yang terkonfirmasi positif TBC telah memasuki tahap pengobatan intensif selama 6 bulan ke depan. Jumlah ini berpotensi bertambah karena beberapa sampel dahak masih dalam proses pengujian di laboratorium. Selama masa pengobatan, kondisi mereka akan dipantau secara berkala melalui pemeriksaan dahak ulang hingga dinyatakan sembuh total.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network