GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Lonjakan Minat Mobil Listrik di Malang: PLN dan Penjual Mobil Laris Manis

Malangmalangterkini.id - Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, khususnya mobil listrik, menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Salah satu indikatornya adalah lonjakan jumlah pemasangan home charging atau pengisian daya di rumah. Di Kota Malang, tren ini sangat terlihat. Tercatat, jumlah pelanggan home charging sudah mencapai 280 orang dengan total daya terpasang 2.813 kVA.

Pemasangan home charging pertama di Malang tercatat pada tahun 2017, namun peningkatannya baru signifikan belakangan ini. Menurut Agung Wibowo, Manager PLN UP3 Malang, pertumbuhan paling besar terjadi di area PLN Dinoyo dengan 148 pelanggan dan daya 1.303 kVA. Ia menyebut bahwa lonjakan pada tahun ini sangat menonjol.

Dalam kurun waktu kurang dari tujuh bulan, yaitu sejak Januari hingga September 2025, PLN mencatat ada 138 pelanggan baru yang memasang home charging. Daya yang dipasang rata-rata 7.700 VA, yang merupakan standar untuk mobil listrik. Sementara itu, pemilik sepeda dan motor listrik biasanya hanya perlu menambah daya listrik di rumah mereka.

Peningkatan minat ini juga dirasakan oleh para penjual mobil listrik. PT Gatra Perdana Putra, salah satu dealer mobil listrik di Malang, mengonfirmasi tren tersebut. Direktur mereka, Yudi Irawan Wijaya, mengatakan bahwa minat masyarakat mulai meningkat signifikan setelah acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 pada Agustus lalu. Acara tersebut banyak meluncurkan model-model mobil listrik terbaru, yang memicu lonjakan permintaan.

Saat ini, banyak pelanggan yang masih dalam status inden atau menunggu pengiriman, jadi belum semua permintaan langsung terkonversi menjadi penjualan. Yudi mengatakan bahwa lonjakan permintaan sempat menurun pada akhir Agustus lalu akibat demonstrasi, tetapi ia optimis permintaan akan kembali normal seiring waktu. Ia menyebut bahwa mobil listrik terbaru yang paling banyak diminati adalah Wuling Cortez Darion EV dan Wuling Mitra EV.

Menurut Yudi, kunci sukses dalam menjual mobil listrik adalah edukasi. Penjual harus mampu meyakinkan calon pelanggan bahwa menggunakan mobil listrik bisa sangat menghemat biaya operasional. "Jika dihitung, biaya operasional untuk bensin, oli, pajak, dan busi selama lima tahun bisa setara dengan harga mobilnya," ujar Yudi, menekankan besarnya potensi penghematan tersebut.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network