GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Darurat Drainase Kota Batu: Kepala DPUPR Tegaskan Sampah dan Material Alam Jadi Biang Keladi Banjir Luapan

Kota Batu, malangterkini.id - Musim penghujan kembali membawa tantangan serius bagi infrastruktur dan lingkungan di Kota Batu. Salah satu isu paling mendesak yang berulang kali menghantui masyarakat adalah kejadian banjir luapan. Fenomena ini telah menjadi peristiwa yang kerap terjadi, terutama di wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk dan kemiringan lahan tertentu. Kejadian terbaru, yang sekaligus menjadi titik fokus permasalahan yang paling sering disoroti, terjadi di kawasan Jalan Diponegoro, tepatnya di sekitar Krematorium Junrejo, Kota Batu.

Intensitas hujan deras yang mengguyur kawasan setempat seringkali memicu luapan air yang ekstrem. Pemandangan air di jalanan berubah drastis, menyerupai aliran sungai deras yang bahkan diibaratkan seperti rute potensial untuk aktivitas arung jeram. Tingkat luapan yang parah ini bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, melainkan juga merugikan properti pribadi, di mana air bah tersebut meluber hingga memasuki halaman rumah warga, menimbulkan kekhawatiran dan kerugian material.

Faktor Penyebab Utama: Sumbatan Sampah dan Material Non-Organik

Menanggapi kondisi krusial ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, memberikan penjelasan resmi mengenai akar masalah di balik banjir luapan tersebut. Menurutnya, meskipun curah hujan tinggi adalah pemicu langsung, penyebab struktural utama dari insiden luapan ini adalah terjadinya sumbatan serius pada sistem drainase kota. Sumbatan ini bukan semata-mata diakibatkan oleh usia saluran, tetapi lebih banyak disebabkan oleh material asing yang seharusnya tidak berada di sana.

"Banyak sekali sumbatan yang kami temukan berasal dari timbunan sampah domestik, sisa-sisa hasil pengolahan pertanian, serta tumpukan material alam seperti dahan kayu, potongan bambu, dan ranting," ungkap Alfi Nurhidayat pada Kamis (20/11/2025). Material-material non-alami dan organik inilah yang berakumulasi, mengeras, dan pada akhirnya menghambat aliran air di dalam saluran drainase. Ketika hujan deras datang, volume air yang tidak dapat tersalurkan dengan cepat melalui saluran yang tersumbat akan meluap keluar ke permukaan jalan dan permukiman warga.

Ajakan Aksi Kolektif dan Pengembangan Berbasis Komunitas

Menyusul banyaknya temuan sampah yang menjadi biang keladi sumbatan di berbagai saluran drainase, Pemerintah Kota Batu, melalui DPUPR, secara serius mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Alfi Nurhidayat mengajak seluruh pihak, khususnya komunitas lokal dan warga yang tinggal di sepanjang aliran drainase, untuk bertindak lebih proaktif. Solusi jangka panjang yang paling efektif adalah melalui aksi kolektif, seperti menggelar kegiatan kerja bakti secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan yang terpenting, mendisiplinkan diri untuk membuang sampah pada tempat yang semestinya.

DPUPR Kota Batu menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air. Dampak dari kebiasaan buruk ini, berupa banjir luapan yang merugikan, sudah sangat nyata dirasakan.

"Kami pastikan bahwa kami selalu hadir di tengah masyarakat pada saat terjadi situasi yang kurang nyaman, khususnya bencana. Namun, kami juga harus realistis dan jujur bahwa tenaga yang kami miliki, baik personel maupun sarana, sangat terbatas," jelas Alfi. Oleh karena itu, beliau menekankan bahwa peran aktif dari warga merupakan perwujudan sejati dari konsep community based development atau pembangunan berbasis komunitas. "Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah dan akan melaksanakan kerja bakti sebagai upaya pencegahan ini," tambahnya.

Dukungan Logistik dan Bantuan Alat Berat Gratis

Sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata Pemerintah Kota dalam penanggulangan dampak banjir luapan di berbagai titik strategis, DPUPR Kota Batu juga telah menyiapkan dukungan logistik dan peralatan.

DPUPR siap memberikan bantuan alat berat secara gratis apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh masyarakat atau kelompok yang tengah melakukan upaya pembersihan atau normalisasi saluran. Bantuan ini mencakup alat berat seperti loader (pemuat) atau excavator (beko) yang berfungsi vital untuk mengangkat material sumbatan berukuran besar yang tidak dapat diatasi secara manual.

"Ya, kami siap memberikan backup secara gratis dengan menyediakan loader atau excavator jika dibutuhkan untuk membersihkan material sumbatan skala besar," tegas Kepala DPUPR itu. Meskipun demikian, bantuan ini tetap harus melalui proses koordinasi resmi dengan dinas terkait dan mengikuti semua ketentuan serta prosedur operasional yang berlaku, demi memastikan penggunaan alat berat tersebut berjalan aman dan tepat sasaran. Komitmen ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan dan pencegahan di seluruh wilayah Kota Batu yang rawan terdampak banjir luapan.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network