GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Komitmen Pemkot Malang: Mengintensifkan Kesiapsiagaan Bencana dan Menuntaskan Masterplan Drainase

Malang, malangterkini.id - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bertekad kuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama dalam mempercepat penanggulangan banjir di berbagai lokasi rawan.

Wahyu menekankan bahwa upaya mitigasi bencana harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak boleh hanya dibebankan pada pemerintah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, ia mendorong pentingnya pembiasaan simulasi bencana sebagai bagian dari edukasi masyarakat, yang membutuhkan partisipasi aktif dari relawan dan warga.

"Dengan membiasakan simulasi, masyarakat akan memahami Standard Operating Procedure (SOP), mengetahui apa yang harus dilakukan, dan bagaimana koordinasinya. Keterlibatan ini sangat penting," ujar Wahyu Hidayat.

Progres Penanganan Banjir dan Masterplan Drainase

Terkait masalah genangan air yang masih terjadi, Wahyu menjelaskan bahwa Pemkot sedang dalam tahapan implementasi masterplan drainase yang telah dirancang. Ia mengakui bahwa pekerjaan infrastruktur di lapangan berbenturan dengan musim hujan, sehingga sempat menimbulkan dampak genangan di beberapa area.

"Saat ini kita dalam proses penyelenggaraan masterplan drainase. Saya memohon maaf jika pelaksanaannya bertepatan dengan musim hujan, sehingga ada dampaknya. Namun, saya yakin, setelah penyelesaian proyek ini, ke depan masalah banjir dapat diatasi secara signifikan," jelasnya optimistis.

Genangan yang muncul, menurutnya, terutama dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat ekstrem, melebihi batas kapasitas drainase yang dirancang berdasarkan rata-rata hujan tahunan. Selain itu, lokasi geografis Kota Malang yang berada di dataran rendah di bawah Kota Batu juga menjadi faktor, karena limpahan air dari daerah atas turut menambah volume air.

"Kalau intensitas hujan sangat tinggi, volumenya memang tidak bisa tertampung. Ditambah limpahan dari Kota Batu, itu juga memengaruhi. Tapi sesuai masterplan, kalaupun terjadi banjir, sifatnya hanya genangan dan akan surut dalam waktu tidak lama," paparnya.

Target Nol Genangan 2028

Wahyu memaparkan bahwa langkah-langkah menuju target masterplan drainase tahun 2028 nol genangan terus berjalan. Sejumlah lokasi prioritas telah menjadi fokus perbaikan dan penanganan, termasuk kawasan Soekarno-Hatta, Buring, Bondowoso–Metro, hingga Lesanpuro.

"Banjir tidak dapat diselesaikan secara instan. Tetapi tahapan menuju ke sana sudah kita lakukan. Di Soekarno-Hatta, beberapa titik sudah kita tangani, dan Alhamdulillah ada kawasan yang sudah tidak banjir lagi," kata Wahyu.

Ia menjamin bahwa peningkatan kapasitas sistem drainase akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, hingga seluruh titik rawan tertangani sesuai dengan blueprint penanganan genangan. Dengan penguatan mitigasi, pelatihan kebencanaan, dan pembangunan drainase yang konsisten, Wali Kota berharap Kota Malang akan semakin siap dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi di masa depan.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network