Malang, malangterkini.id - Sistem transportasi publik di Kota Malang akan segera memasuki era baru dengan diluncurkannya Bus Trans Jatim yang dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 20 November 2025. Kehadiran moda transportasi massal modern ini tidak hanya diharapkan dapat memperkuat konektivitas di kawasan perkotaan, tetapi juga membawa angin segar bagi para pelaku transportasi lokal.
Menjelang peluncuran yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah gencar melakukan rekrutmen tenaga kerja. Dalam langkah yang patut diapresiasi, proses seleksi pengemudi, montir, dan operator bus secara tegas memprioritaskan para sopir angkot yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi konvensional kota.
Komitmen Pemberdayaan Sopir Angkot
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa modernisasi transportasi tidak lantas meminggirkan pekerja lama. Fokus utama dari integrasi Trans Jatim adalah aspek pemberdayaan masyarakat lokal.
“Operasional Bus Trans Jatim di Kota Malang bukan sekadar menambah jumlah armada, tetapi lebih kepada aspek sosial ekonomi. Kami berkomitmen untuk memberdayakan para sopir angkot yang sudah ada,” ujar Widjaja dalam keterangannya di Malang, Selasa, 11 November 2025.
Pemberdayaan ini mencakup kesempatan bagi para sopir angkot untuk bertransformasi peran. Mereka diprioritaskan untuk mengisi posisi vital, baik sebagai pengemudi Bus Trans Jatim, sebagai montir yang bertanggung jawab atas perawatan armada, maupun sebagai operator bus yang mengatur jadwal dan layanan.
Pada tahap awal operasional, Dishub Kota Malang akan mengoperasikan tujuh unit Bus Trans Jatim modern. Diperkirakan, setiap satu unit bus membutuhkan setidaknya lima tenaga kerja terampil. Hal ini membuka peluang kerja yang signifikan bagi komunitas angkot.
“Hitungan awal kami, akan ada sekitar 35 orang atau bahkan lebih yang secara langsung dilibatkan dalam operasional Trans Jatim. Tentu saja, ini diiringi dengan ketentuan dan kualifikasi yang harus dipenuhi, termasuk pelatihan teknis dan safety driving,” jelas Widjaja, menggarisbawahi bahwa pelatihan profesional akan diberikan untuk memastikan standar layanan tinggi.
Selain mengisi posisi utama di Trans Jatim, sopir angkot juga memiliki peluang untuk terlibat dalam program-program transportasi publik lain yang dikembangkan oleh Pemkot Malang, termasuk layanan feeder (pengumpan) yang terintegrasi dengan Trans Jatim dan program angkot sekolah gratis yang merupakan inisiatif pro-rakyat. Ini memastikan bahwa peluang pendapatan bagi mereka yang tidak terserap langsung ke dalam Trans Jatim tetap terbuka lebar.
🛣️ Rute Strategis dan Fasilitas Modern
Jika tidak ada perubahan jadwal, peresmian operasional perdana Bus Trans Jatim direncanakan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur di Balai Kota Malang, menandakan pentingnya proyek ini bagi konektivitas regional Jawa Timur.
Bus Trans Jatim di Kota Malang akan melayani rute sepanjang 23 kilometer yang dirancang secara cermat untuk melewati kawasan-kawasan penting, pusat pemerintahan, pusat bisnis, hingga destinasi wisata ikonik kota.
Rute Utama: Pelayanan akan membentang dari Terminal Hamid Rusdi di selatan hingga Terminal Landungsari di barat, menghubungkan dua gerbang penting kota.
Kawasan yang Dilalui: Jalur strategis ini mencakup:
Stasiun Kota Malang
Balai Kota Malang
Alun-Alun Merdeka
Kayutangan Heritage
Serta melintasi jalan-jalan utama seperti Jalan Semeru, Arjuno, dan Kawi, yang merupakan urat nadi lalu lintas kota.
Demi memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang, Dishub Kota Malang telah menyiapkan 18 titik halte dan rambu stop bus resmi. Penumpang hanya diperbolehkan melakukan aktivitas naik dan turun di titik-titik yang telah ditetapkan ini, meniadakan praktik ngetem sembarangan yang kerap menghambat lalu lintas.
Jadwal Operasional dan Struktur Tarif
Layanan Bus Trans Jatim akan beroperasi setiap hari, mulai dari pagi buta pukul 05.00 WIB hingga malam hari pukul 21.00 WIB, memberikan fleksibilitas waktu bagi para komuter dan wisatawan.
Struktur tarif yang diterapkan juga sangat terjangkau, dirancang untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik:
Penumpang Umum: Rp5.000
Pelajar, Mahasiswa, dan Santri: Hanya Rp2.500 (tarif khusus)
Dengan tarif yang ekonomis dan rute yang terintegrasi, Bus Trans Jatim ini menawarkan potensi besar bagi sektor pariwisata. Wisatawan kini dapat dengan mudah dan murah menjangkau berbagai destinasi populer, mulai dari Kampung Warna-Warni Jodipan yang instagramable, kawasan bersejarah Kayutangan Heritage, hingga melanjutkan perjalanan menuju objek-objek wisata di Kota Batu, semuanya dapat dijangkau hanya dengan sekali naik bus atau sekali transit yang efisien.
Kehadiran Trans Jatim di Kota Malang bukan sekadar penambahan armada, tetapi sebuah upgrade menyeluruh terhadap kualitas mobilitas kota, yang berhasil menyelaraskan modernisasi dengan kesejahteraan para pekerja transportasi lokal. Proyek ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengintegrasikan transportasi modern dengan pemberdayaan masyarakat.


.png)


