Malang, malangterkini.id - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muhammadiyah Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan. Terbaru, pihak rumah sakit telah meluncurkan dua fasilitas baru, yakni layanan fisioterapi dan pusat layanan daycare (penitipan anak harian), yang secara spesifik dirancang untuk mengoptimalkan pemantauan serta stimulasi pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pihak manajemen RSIA Muhammadiyah mengidentifikasi adanya kebutuhan mendesak untuk stimulasi perkembangan, meskipun banyak anak secara kasat mata terlihat normal. Setelah dilakukan observasi mendalam terhadap urutan tahapan tumbuh kembang, ditemukan bahwa sejumlah besar anak memerlukan intervensi stimulasi khusus. Layanan fisioterapi diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk membantu anak-anak yang membutuhkan dorongan ekstra dalam aspek pertumbuhan mereka.
“Karena kami masih berada di tahap awal, untuk layanan di bagian tumbuh kembang anak, kami fokus membuka layanan fisioterapi yang dikhususkan untuk aspek motorik terlebih dahulu,” jelas dr. Rakhmawati Diyana, Sp.KFR.
Layanan fisioterapi ini mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 25 Mei lalu. Antusiasme masyarakat cukup tinggi; tercatat sudah hampir 100 anak yang mengikuti program daily massage (pijat harian), dan tiga anak telah aktif menjalani sesi fisioterapi untuk tumbuh kembang.
Fokus pada Keterlambatan Motorik
Layanan fisioterapi di RSIA ini secara khusus menerima pasien anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan atau pertumbuhan. Ini mencakup anak-anak yang memerlukan stimulasi pada aspek motorik agar laju pertumbuhannya dapat menyamai teman-teman seusianya.
Salah satu bentuk stimulasi yang kerap diterapkan adalah melalui gerakan pengulangan, seperti latihan mendudukkan anak secara berulang. “Contoh kasusnya, kami mendapati salah satu anak yang belum mampu duduk meskipun usianya sudah menginjak sembilan bulan,” lanjut dr. Rakhmawati, yang sering disapa dr. Didin.
Rebranding Layanan Daycare
Selain fasilitas fisioterapi, RSIA Muhammadiyah juga memperkenalkan kembali layanan daycare. Layanan ini merupakan hasil rebranding dan aktivasi ulang dari Tempat Penitipan Anak (TPA) yang sempat dihentikan operasionalnya selama masa pandemi Covid-19.
Menurut Wahyucandra, salah satu Pengasuh Daycare di RSIA tersebut, layanan ini kini dijalankan secara profesional. “Kami telah menyiapkan dua tenaga ahli yang bertugas khusus untuk mengasuh dan membimbing anak-anak setiap harinya,” ujarnya.
Program harian di daycare tidak hanya berfokus pada pengasuhan, tetapi juga menyediakan edukasi kemandirian bagi anak-anak. Kurikulumnya mencakup kegiatan mengajari anak cara dasar seperti memasang kaus kaki, sesi mewarnai, serta stimulasi yang ditujukan untuk meningkatkan motorik halus dan motorik kasar.
Aspek gizi juga mendapat perhatian serius. Anak-anak yang dititipkan akan mendapatkan makan siang yang proses penyajian dan pemberiannya diawasi langsung oleh ahli gizi yang bertugas.
Dengan hadirnya dua layanan baru ini, RSIA Muhammadiyah Kota Malang memperkuat posisinya sebagai fasilitas kesehatan yang mendukung pertumbuhan optimal dan holistik bagi anak-anak.


.png)


