Malang, malangterkini.id - Upaya keras pencarian terhadap dua warga yang dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Glidik di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus digencarkan oleh tim gabungan. Hingga hari Rabu, 5 November 2025, operasi penyelamatan belum membuahkan hasil, mendorong tim untuk memperluas area penyisiran hingga mencapai muara dan pesisir laut selatan.
Operasi Pencarian Diperluas ke Hilir
Pencarian difokuskan pada upaya menemukan ibu dan anak yang menjadi korban tragedi banjir bandang pada akhir pekan lalu. Sejak pagi hari, personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Kanjuruhan, Polsek Ampelgading, Babinsa, kelompok nelayan, serta warga sekitar telah melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menegaskan bahwa tim gabungan telah memperluas radius pencarian ke wilayah hilir. Area ini dianggap sebagai titik paling mungkin di mana korban terseret arus deras.
“Tim gabungan terus melakukan penyisiran tanpa henti di sepanjang aliran Sungai Glidik hingga ke muara sungai. Polres Malang bersama unsur SAR bekerja secara maksimal dengan harapan dapat segera menemukan korban,” ujar AKP Bambang Subinajar, pada Rabu, 5 November 2025.
AKP Bambang menambahkan bahwa koordinasi lapangan diperkuat secara berkelanjutan antara Polres Malang, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dan seluruh elemen tim SAR gabungan guna memastikan proses pencarian berjalan efektif dan terorganisir. Walaupun menghadapi medan yang sulit dan arus yang menantang, semangat untuk menemukan korban tetap menjadi prioritas utama.
Hingga tengah hari, kondisi di lokasi masih belum menunjukkan tanda-tanda penemuan. Oleh karena itu, tim gabungan telah merencanakan langkah selanjutnya, yaitu melanjutkan penyisiran hingga ke pesisir laut selatan, mengingat derasnya arus sungai berpotensi membawa korban jauh dari lokasi awal.
Kronologi Kejadian: Hilangnya Ibu dan Anak di Tengah Arus Tiba-Tiba
Tragedi naas ini menimpa satu keluarga pada Sabtu sore, 2 November 2025. Dua korban yang hilang adalah Rika Julia Safitri (27) dan putri kecilnya, Aldafiatul Rifka Salimah (6).
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Rika Julia Safitri, bersama suaminya, Teguh Srianto (34), dan putri mereka, Aldafiatul, tengah berupaya menyeberangi jembatan penghubung yang menghubungkan dua wilayah administratif: Desa Tegalrejo di Kabupaten Lumajang dan Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading di Kabupaten Malang.
Nahas, ketika mereka berada di tengah jembatan, arus Sungai Glidik tiba-tiba membesar dengan kekuatan yang sangat deras. Perubahan mendadak pada debit air ini disebabkan oleh luapan mendadak yang sering terjadi di daerah pegunungan saat terjadi hujan lebat di hulu.
“Suami korban, Bapak Teguh Srianto, sempat berusaha menyelamatkan diri dan menepi sambil memegang erat istrinya. Namun, karena derasnya dorongan arus sungai yang tak tertahankan, pegangan itu terlepas, dan kedua korban, ibu dan anak, terseret ke tengah sungai,” kata AKP Bambang Subinajar, saat menyampaikan keterangan pada Minggu, 3 November 2025.
Sejak saat itu, Teguh Srianto menjadi saksi kunci sekaligus pihak yang mengalami duka mendalam atas hilangnya istri dan putrinya.
Tim SAR dan kepolisian berharap kondisi cuaca mendukung operasi pencarian lanjutan ke wilayah pesisir. Koordinasi dengan kelompok nelayan dan penjaga pantai di wilayah selatan Malang menjadi krusial dalam memperluas cakupan pencarian, yang kini telah memasuki hari keempat. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca dan debit air sungai yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


.png)


