GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Imbauan Jalur Alternatif Menuju Wisata Malang Selatan: Hindari Gondanglegi-Balekambang yang Dalam Perbaikan Berat!

Malang, malangterkini.id - Pemerintah Kabupaten Malang, melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM), mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang berencana mengunjungi destinasi wisata di wilayah Malang Selatan. Imbauan ini secara khusus menyarankan agar pengguna jalan sementara waktu menghindari jalur nasional Gondanglegi-Balekambang yang saat ini sedang dalam proses perbaikan ekstensif. Sebagai gantinya, masyarakat didorong untuk memilih rute alternatif seperti jalur Kepanjen-Pagak-Donomulyo untuk memastikan perjalanan yang lebih lancar dan aman.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi, yang akrab disapa Oon, menjelaskan bahwa perbaikan jalan nasional menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) via Gondanglegi-Balekambang merupakan proyek multiyears dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan menunjukkan kemajuan pembangunan yang signifikan. Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek strategis tersebut telah mencapai angka sekitar 60 persen. Oon menargetkan bahwa pembangunan jalan nasional ini baru akan sepenuhnya rampung dan bisa diakses secara normal pada sekitar Mei atau Juni tahun 2026.

Penundaan penggunaan jalur utama ini sangat krusial mengingat kondisi beberapa ruas jalan di poros Gondanglegi-Balekambang yang masih tergolong parah dan berbahaya bagi kendaraan, terutama setelah atau selama musim hujan. Salah satu titik yang paling kritis berada di sekitar area menjelang Jembatan Pelangi, tepatnya di Desa Sirgonco, Kecamatan Bantur. Di lokasi ini, badan jalan belum sepenuhnya beraspal dan masih berupa tanah.

Kondisi jalur yang masih berupa tanah ini secara otomatis menjadi momok menakutkan bagi para pengguna jalan, khususnya saat terjadi hujan lebat. Tanah yang basah akan dengan cepat berubah menjadi lumpur tebal, meningkatkan risiko kendaraan mengalami terjebak lumpur atau bahkan selip saat mencoba melintas. Hal ini bukan saja menghambat perjalanan, tetapi juga sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan atau kerusakan pada kendaraan.

"Kami sudah menjalin komunikasi dan koordinasi erat dengan Dinas Perhubungan untuk meminta masyarakat sementara waktu tidak menggunakan jalur Gondanglegi-Balekambang. Ini murni untuk alasan keselamatan, karena dikhawatirkan kendaraan akan terjebak lumpur atau mengalami selip yang membahayakan," tegas Khairul Isnaidi atau Oon.

Oleh karena itu, DPUBM Kabupaten Malang telah merekomendasikan beberapa jalur alternatif yang dinilai lebih aman dan memiliki kondisi infrastruktur yang jauh lebih baik untuk menuju kawasan wisata Malang Selatan, seperti ke pantai-pantai di JLS. Tiga opsi jalur utama yang disarankan adalah:

  1. Kepanjen-Pagak-Donomulyo (Disebut sebagai rute terdekat).

  2. Turen-Sumbermanjing Wetan.

  3. Sumberpucung-Kalipare-Donomulyo.

Oon menambahkan bahwa kondisi jalan di jalur-jalur alternatif yang disebutkan di atas sudah "mantap" atau dalam kondisi yang baik. Bahkan, jalur via Gedangan juga memiliki kualitas jalan yang bagus dengan pengerjaan cor penuh hingga JLS, meskipun ia mengakui bahwa rute tersebut mungkin terasa sedikit lebih jauh. "Untuk saat ini, kami sangat menyarankan agar masyarakat memanfaatkan jalur alternatif tersebut karena kondisi jalannya sudah bagus. Yang paling ideal dan relatif paling cepat adalah melalui Kepanjen-Pagak-Donomulyo," jelasnya.

Menariknya, jalur alternatif utama Kepanjen-Pagak-Donomulyo ini sendiri saat ini juga sedang dalam tahap finalisasi perbaikan. Proyek perbaikan jalan di rute ini merupakan bagian dari bantuan Program Instruksi Presiden (Inpres Jalan Daerah) atau IJD yang dialokasikan oleh Kementerian PU untuk Pemerintah Kabupaten Malang. Ini menunjukkan komitmen serius dari pemerintah pusat dan daerah untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas jalan di wilayah tersebut.

Kabar baiknya, perbaikan jalan di Kepanjen-Pagak-Donomulyo diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat, yaitu sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala DPUBM optimistis bahwa pengaspalan seluruh ruas jalan di Kepanjen-Pagak-Donomulyo akan selesai dan kontraknya tuntas pada akhir Desember 2025 ini. Dengan demikian, jalur ini akan dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat yang ingin berlibur ke Malang Selatan selama periode liburan akhir tahun.

Menurut Khairul Isnaidi, akses via Kepanjen-Pagak-Donomulyo saat ini sudah aman untuk dilalui. Perhatian khusus diberikan pada wilayah kritis seperti di jalur Gunung Geger. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat satu titik di jalur tersebut yang sempat diberlakukan sistem buka-tutup akibat adanya perbaikan darurat pasca tanah longsor.

Namun, titik kritis akibat tanah longsor tersebut kini telah sepenuhnya diselesaikan dan perbaikan telah rampung total. Saat ini, jalur tersebut sudah bisa digunakan di kedua sisi, sehingga sistem buka-tutup yang sempat diterapkan tidak lagi diperlukan. "Sebelumnya, memang hanya satu sisi jalan yang bisa dimanfaatkan atau diberlakukan buka-tutup. Insya Allah, untuk menyambut malam Tahun Baru, jalur ini sudah siap untuk open traffic sepenuhnya," pungkasnya, memberikan kepastian bagi para pengguna jalan yang ingin menikmati liburan akhir tahun di pesisir Malang Selatan.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi jalan dan mematuhi imbauan dari pihak berwenang demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Pemanfaatan jalur alternatif akan sangat membantu menjaga kelancaran lalu lintas menuju destinasi wisata favorit di Malang Selatan.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network