Malang, malangterkini.id - Sebuah insiden pohon tumbang kembali terjadi di Kota Malang, kali ini menimpa kawasan strategis di Jalan Merapi, Kecamatan Klojen, pada Rabu siang (10/12/2025). Sebuah pohon beringin berukuran sangat besar dilaporkan ambruk, menimpa sejumlah kendaraan roda dua yang sedang terparkir dan merusak sebuah warung yang menjual gorengan, meski cuaca saat kejadian terpantau cerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang segera memberikan keterangan resmi terkait penyebab musibah ini. Hasil asesmen di lokasi kejadian mengarah pada satu faktor utama: kondisi akar yang sudah lapuk dan tidak mampu menopang beban pohon.
Identifikasi Pohon dan Laporan BPBD
Kepala BPBD Kota Malang, Bapak Prayitno, mengonfirmasi bahwa timnya telah melakukan pendataan menyeluruh di lokasi. "Dari hasil asesmen dan pendataan yang kami lakukan, pohon beringin yang tumbang ini memiliki dimensi yang cukup masif," jelas Prayitno kepada media. "Tingginya diperkirakan lebih kurang 15 meter, dengan diameter batang utama yang mencapai lebih kurang 1 meter. Ukuran ini menunjukkan betapa besarnya risiko jika pohon sebesar ini tumbang."
Saat insiden terjadi, tim reaksi cepat dari BPBD Kota Malang bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang segera dikerahkan ke lokasi. Mereka bekerja sama untuk memastikan area kejadian aman, melakukan evakuasi material pohon, dan mendata kerusakan yang ditimbulkan.
Faktor Penyebab yang Mengejutkan
Yang menarik dari kejadian ini adalah kondisi cuaca saat peristiwa terjadi. Berbeda dengan banyak kasus pohon tumbang yang seringkali dipicu oleh hujan deras atau angin kencang, cuaca di Kota Malang saat itu justru terpantau cerah dan kondusif.
"Kami melakukan pengecekan mendalam setelah pohon tersebut tumbang. Dan hasil pemeriksaan kami sangat jelas, pohon beringin itu tumbang bukan karena faktor cuaca ekstrem, melainkan karena akarnya sudah mengalami pelapukan yang parah," terang Prayitno. Pelapukan akar ini diperkirakan terjadi secara bertahap dalam jangka waktu yang lama, melemahkan struktur penopang alami pohon hingga akhirnya pohon tidak lagi kuat menahan bebannya sendiri, bahkan dalam kondisi tanpa angin kencang sekalipun.
Dampak Kerusakan dan Proses Evakuasi
Syukurlah, Kepala BPBD menggarisbawahi bahwa tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka yang dialami oleh masyarakat dalam insiden ini. Keberadaan korban dapat dihindari karena lokasi kejadian yang mungkin tidak terlalu padat pada saat itu.
Namun, kerugian materiil yang ditimbulkan cukup signifikan. Pohon tumbang tersebut menimpa dan merusak sejumlah properti warga, dengan rincian sebagai berikut:
Sepeda Motor: Dua unit sepeda motor mengalami kerusakan. Satu unit dikategorikan mengalami rusak sedang, sementara satu unit lainnya mengalami kerusakan ringan.
Warung dan Gerobak: Gerobak warung gorengan mengalami kerusakan ringan. Namun, bangunan semi permanen yang digunakan sebagai warung kopi dan gorengan, yang berukuran sekitar 2 x 2 meter persegi, mengalami rusak parah akibat tertimpa dahan dan batang besar.
Infrastruktur: Beberapa kabel jaringan internet yang melintas di sekitar lokasi juga terputus akibat timpaan pohon, menyebabkan gangguan layanan bagi pengguna di area tersebut.
"Saat ini, kami masih terus melakukan pendataan dan penghitungan lebih lanjut untuk menaksir total nilai kerugian materiil yang dialami warga," tambah Prayitno.
Proses evakuasi material pohon tumbang memerlukan waktu dan upaya yang intensif. Untuk sementara, akses Jalan Merapi di sekitar lokasi kejadian terpaksa ditutup total. Penutupan dilakukan demi keselamatan tim evakuasi dan masyarakat umum.
"Untuk sementara, akses jalan kami tutup karena masih dalam proses penanganan evakuasi pohon tumbang. Kami menargetkan proses ini akan selesai sekitar pukul 15.00 WIB," pungkas Prayitno. Setelah material pohon berhasil disingkirkan dan kondisi dinyatakan aman dari potensi bahaya lainnya, akses jalan dipastikan akan segera dibuka kembali untuk umum.
Tindakan Pencegahan dan Imbauan Kewaspadaan
Mengingat akar lapuk menjadi pemicu utama, BPBD dan DLH Kota Malang mengambil langkah antisipatif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Kedua instansi ini berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan monitoring dan pemeliharaan pohon-pohon di seluruh wilayah Kota Malang, khususnya yang berada di jalur-jalur protokol.
"Kami akan lebih intensif memonitoring kondisi kesehatan pohon, terutama kondisi akar, pada pohon-pohon yang berada di sepanjang jalur protokol," tegas Prayitno.
Selain monitoring, kegiatan perempesan atau pemangkasan pohon secara berkala akan menjadi program wajib yang harus dilaksanakan. Pemangkasan ini penting untuk mengurangi beban tajuk pohon, sehingga mengurangi risiko tumbang, terutama pada pohon yang usianya sudah tua atau yang menunjukkan tanda-tanda kelemahan struktural.
Pada penutup keterangannya, Prayitno juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat Kota Malang. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya pohon tumbang. Jika masyarakat menemukan atau melihat pohon yang kondisinya terlihat rapuh, miring, atau menunjukkan tanda-tanda pelapukan pada akar maupun batangnya, mohon segera laporkan temuan tersebut kepada BPBD atau DLH agar dapat segera ditangani," pintanya, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan kota.


.png)


