GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Siaga Bencana Nataru: Polresta Malang Kota Susun Skema Mitigasi Terintegrasi Hadapi Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang

Malangmalangterkini.id - Menjelang periode libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polresta Malang Kota mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan skema kesiapsiagaan bencana terpadu. Mitigasi ini dilakukan mengingat prediksi curah hujan tinggi masih akan mendominasi wilayah Kota Malang sepanjang Desember 2025, yang berpotensi memicu bencana seperti banjir dan pohon tumbang.

Kapolresta Malang Kota, Komisaris Besar Polisi Nanang Haryono, menekankan pentingnya respons cepat dan terintegrasi antar-instansi dalam menghadapi potensi kerawanan ini.

"Mitigasi bencana merupakan prioritas utama yang harus dilakukan sejak dini. Kesiapsiagaan ini harus terintegrasi dengan semua instansi terkait agar respons yang diberikan dapat lebih cepat, efektif, dan efisien saat Operasi Lilin Semeru 2025 pada masa Nataru nanti," ujar Kombes Pol Nanang Haryono dalam keterangannya pada Rabu (10/12/2025).

Strategi Mitigasi Terpadu Polresta Malang Kota

Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran selama periode Nataru, Polresta Malang Kota telah menyusun beberapa strategi mitigasi utama, yang mencakup aspek operasional dan koordinasi:

  1. Penyusunan Skema Mitigasi Banjir: Merancang alur penanganan darurat yang jelas untuk kasus banjir.

  2. Pemetaan Daerah Rawan: Mengidentifikasi secara spesifik titik-titik di Kota Malang yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana banjir dan pohon tumbang.

  3. Pembangunan Posko Terpadu Tanggap Bencana: Mendirikan pusat koordinasi darurat yang melibatkan berbagai sektor.

  4. Penebalan Personel: Penambahan jumlah petugas yang disiagakan di lapangan.

  5. Pengaktifan Kanal Komunikasi Cepat: Memastikan saluran komunikasi antar-instansi (Polri, BPBD, DLH, Dinkes, PLN) berjalan efektif dan real-time.

Posko dan Lokasi Rawan yang Diwaspadai

Kombes Pol Nanang Haryono menyebutkan secara spesifik beberapa kawasan yang menjadi perhatian utama karena dinilai memiliki kerawanan bencana yang tinggi:

Titik Rawan Banjir:

  • Jalan Galunggung

  • Jalan Letjen Sutoyo

  • Jalan Letjen S. Parman

  • Jalan Soekarno-Hatta

Titik Rawan Pohon Tumbang:

  • Jalan Veteran

  • Jalan Danau Jonge

  • Jalan Ki Ageng Gribig

  • Jalan Mayjend Sungkono

Untuk mendukung operasi tanggap darurat, Polresta Malang Kota berencana menyiapkan dua Posko Terpadu Tanggap Bencana selama periode Natal dan Tahun Baru 2026. Kedua posko ini akan ditempatkan di lokasi strategis: Jembatan UB dan Ruko Ciliwung.

"Posko ini tidak hanya menjadi markas kepolisian, tetapi berfungsi sebagai pusat integrasi lintas instansi. Akan dilengkapi dengan peralatan tanggap darurat yang memadai, tenaga pendamping ahli, dan berfungsi sebagai pusat penguatan koordinasi antar-sektor," jelas Nanang. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa setiap personel yang disiagakan memiliki keahlian sesuai bidangnya, mulai dari evakuasi, medis, hingga penanganan infrastruktur.

Dukungan Lintas Sektor untuk Respons Cepat

Kesiapsiagaan bencana ini diperkuat dengan partisipasi aktif dari berbagai dinas dan lembaga vital di Kota Malang:

InstansiBentuk Kesiapsiagaan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota MalangMenyiagakan lima rumah sakit rujukan, mengaktifkan layanan darurat 119, serta menugaskan Tim RHA (Rapid Health Assessment) dan Tim EMPD (Emergency Medical Post Disaster) di seluruh kecamatan.
Perusahaan Listrik Negara (PLN)Menyiapkan 14 posko siaga, menerjunkan 581 personel, memantau cuaca melalui sistem WOFI (Weather Online Forecast Information), menyiapkan 57 titik SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), dan menetapkan SOP darurat untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH)Menyiagakan personel dan armada khusus untuk penanganan cepat terhadap insiden pohon tumbang di titik-titik rawan yang telah dipetakan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Menjadi koordinator utama di lapangan, bersama Polresta, dalam penanganan evakuasi dan data kebencanaan.

Refleksi Bencana Terbaru: Peringatan Keras Bagi Kota Malang

Kombes Pol Nanang Haryono menyoroti bahwa langkah mitigasi ini didorong oleh pengalaman pahit bencana yang baru-baru ini melanda kota. Sebelumnya, pada Kamis, 4 Desember 2025, Kota Malang sempat dikepung banjir bandang di puluhan titik akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Berdasarkan data yang tercatat oleh BPBD Kota Malang, tragedi tersebut mencakup 39 titik yang terendam banjir, tersebar di tiga Kecamatan utama: Sukun, Lowokwaru, dan Blimbing. Ketinggian genangan air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai angka ekstrem, yakni hingga 1,5 meter.

Dampak dari peristiwa itu sangat merusak, termasuk:

  • Kerusakan Struktural: Sebuah rumah warga di kawasan Kelurahan Kedawung, Kecamatan Lowokwaru, dilaporkan ambruk, bahkan menimpa penghuninya, menunjukkan bahaya serius dari debit air yang melonjak.

  • Insiden Lain: Kejadian pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Sawojajar, mengonfirmasi kerawanan ganda yang harus dihadapi oleh kota ini.

Pengalaman ini menjadi peringatan keras bagi Polresta dan instansi terkait untuk tidak menunda kesiapsiagaan, memastikan bahwa Operasi Lilin Semeru 2025 tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas dan tindak pidana, tetapi juga pada respons cepat dan efektif terhadap ancaman bencana alam. Kesiapsiagaan yang terpadu diharapkan mampu meminimalisir risiko dan menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat Malang selama perayaan Nataru.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network