GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Smart Campus di Era Hyperconnected, PT Cahaya Mustika Internesia Tekankan Integrasi Keamanan Fisik dan Digital

forum ini, Cahaya Mustika Internesia menekankan pentingnya keamanan fisik berbasis AIoT (Artificial Intelligence of Things), Sumber : MalangTerkini

MalangTerkini.id 11 Desember 2025 Percepatan digitalisasi di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya menuntut kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan sistem keamanan yang menyeluruh. Hal ini menjadi fokus utama forum bertajuk
“Redefining the Future Campus: Establishing Digital Assurance in the Hyper-Connected Era” yang digelar di Ballroom Grand Mercure Malang, Kamis (11/12).

Forum yang dihadiri puluhan perwakilan perguruan tinggi di Jawa Timur ini membahas tantangan keamanan kampus di era hyperconnected, dengan penekanan pada dua aspek utama: keamanan fisik berbasis teknologi cerdas dan keamanan digital sebagai lapisan perlindungan data dan sistem.

Kegiatan dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan rangkaian registrasi, sambutan, sesi pemaparan materi, hingga networking bersama pelaku industri. Acara menghadirkan sejumlah pakar keamanan digital dan teknologi pendidikan, di antaranya Baskoro Adi Pratomo, S.Kom., M.Kom., Ph.D, Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T, serta I Gede Putu Rahman Desyanta, S.SI., S.Kom., M.M, dan turut dihadiri Perwakilan Rektor UIN Malang, Abid Yusron, S.Kom., CAHRM., MCE.

Digitalisasi Kampus Meningkat, Keamanan Fisik dan Digital Harus Sejalan

Product Manager PT Cahaya Mustika Internesia, Danar Wicaksono, menegaskan bahwa transformasi kampus menuju smart campus tidak dapat hanya berfokus pada digitalisasi layanan akademik, tetapi harus diiringi dengan penguatan keamanan fisik dan digital secara terintegrasi.

“Di era hyperconnected, kampus bukan hanya menghadapi risiko serangan digital, tetapi juga tantangan keamanan fisik di area kampus yang semakin kompleks. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujar Danar.

Menurutnya, tingkat digitalisasi kampus di Jawa Timur telah mencapai sekitar 70 persen. Namun, masih banyak institusi pendidikan yang belum memiliki arsitektur keamanan terpadu, baik untuk perlindungan infrastruktur fisik maupun sistem digital kampus.

Keamanan Fisik Berbasis AIoT untuk Smart Campus

Dalam forum ini, Cahaya Mustika Internesia menekankan pentingnya keamanan fisik berbasis AIoT (Artificial Intelligence of Things) sebagai fondasi smart campus. Solusi yang dihadirkan mencakup kamera pengawas berbasis kecerdasan buatan, sistem monitoring area kampus, hingga implementasi smart classroom yang terintegrasi.

Melalui kerja sama strategis dengan Hikvision, Cahaya Mustika Internesia menghadirkan solusi keamanan fisik end-to-end, mulai dari pengawasan perimeter kampus, area publik, hingga ruang kelas pintar. Perusahaan ini juga merupakan Authorized Platinum Partner Hikvision, yang memperkuat posisinya sebagai integrator sistem keamanan kampus berbasis AI.

“Keamanan fisik kini tidak lagi bersifat pasif. Dengan AIoT, kampus dapat melakukan monitoring secara real-time, mendeteksi potensi risiko, dan meningkatkan keamanan lingkungan belajar,” jelas Danar.

Keamanan Digital sebagai Lapisan Perlindungan Sistem dan Data

Selain keamanan fisik, forum ini juga menyoroti pentingnya keamanan digital sebagai lapisan perlindungan terhadap perangkat, server, dan sistem informasi kampus dari ancaman siber.

Danar menekankan bahwa serangan digital seperti peretasan, manipulasi data, dan kebocoran informasi akademik dapat berdampak langsung pada reputasi dan kredibilitas institusi pendidikan. Oleh karena itu, pengamanan infrastruktur digital harus menjadi bagian dari desain smart campus.

“Keamanan digital berfungsi sebagai layer perlindungan bagi seluruh perangkat dan server kampus. Tanpa ini, teknologi secanggih apa pun akan tetap rentan,” ujarnya.

Blockchain Perkuat Keaslian dan Integritas Data Kampus

Sebagai bagian dari penguatan keamanan digital, Cahaya Mustika Internesia bersama mitra teknologi blockchain Baliola mendorong pemanfaatan blockchain untuk menjaga keaslian dan integritas data kampus, seperti identitas mahasiswa, transkrip nilai, ijazah, dan sertifikat akademik.

“Blockchain menjadi fondasi digital assurance. Teknologi ini memastikan data tidak dapat dimanipulasi, sehingga meminimalkan risiko pemalsuan dokumen akademik,” kata Danar.

Ia menambahkan bahwa pemahaman dan tata kelola blockchain perlu dikembangkan agar kampus tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga mengelolanya secara aman dan berkelanjutan.

Transformasi Cahaya Mustika Internesia Menjawab Tantangan Kampus Modern

Seiring meningkatnya kebutuhan perguruan tinggi terhadap solusi keamanan terintegrasi, Cahaya Mustika Internesia juga menyampaikan transformasi bisnisnya. Dari yang awalnya dikenal sebagai penyedia furnitur dan perlengkapan kantor, perusahaan berbasis di Malang dan Jakarta ini kini bertransformasi menjadi penyedia solusi teknologi digital terintegrasi.

Solusi yang ditawarkan mencakup integrasi smart campus, perangkat keamanan IoT, sistem monitoring berbasis AI, hingga blockchain-based digital assurance untuk sektor pendidikan.

“Kampus saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding lima tahun lalu. Karena itu, kami beradaptasi menjadi penyedia solusi end-to-end, dengan fokus pada keamanan fisik dan digital,” ungkap Danar.

Forum Jadi Ruang Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Forum ini ditutup dengan sesi networking yang mempertemukan akademisi dan pelaku industri untuk menjajaki peluang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan smart campus, penguatan keamanan fisik dan digital, serta penerapan blockchain di dunia pendidikan.

Diharapkan, forum ini menjadi langkah awal bagi kampus-kampus di Jawa Timur untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga aman dan berkelanjutan.



Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network