Malang, malangterkini.id - Gelombang keresahan kembali menyelimuti masyarakat Kota Malang menyusul terjadinya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang tergolong nekat dan terorganisir. Tidak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu satu malam saja, tiga unit sepeda motor milik warga raib digondol komplotan maling. Peristiwa yang terjadi di tengah keheningan dini hari ini menjadi pengingat keras bagi para pemilik hunian, khususnya pengelola rumah kos, akan pentingnya sistem pengamanan fisik.
Kronologi Kejadian: Operasi Senyap di Jalan Ikan Gurami
Kejadian yang menghebohkan warga ini berlokasi di Jalan Ikan Gurami, Gang I, RT 03 RW 06, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian massal tersebut terjadi pada hari Rabu, 7 Januari 2026. Keadaan lingkungan yang sepi dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melancarkan aksinya sekitar pukul 02.07 WIB, sebuah jam rawan di mana sebagian besar warga sedang terlelap.
Ketua RT setempat, Djumadi, mengonfirmasi bahwa aksi tersebut bukan dilakukan oleh pelaku tunggal. Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi, terlihat jelas bahwa terdapat tiga orang pria yang berbagi peran dalam operasi pencurian tersebut.
Modus Operandi: Para pelaku terpantau mendatangi lokasi dengan berjalan kaki, diduga untuk menghindari kecurigaan warga dan meminimalkan suara mesin kendaraan yang bisa memicu perhatian.
Penyamaran: Untuk menutupi identitas dari sorotan kamera, para pelaku mengenakan jaket penutup kepala dan masker, sebuah langkah antisipasi yang menunjukkan bahwa mereka cukup lihai dalam menghindari identifikasi wajah.
Kerentanan Fasilitas: Tanpa Pagar dan Penjaga
Rumah kos yang menjadi target operasi ini diketahui memiliki titik lemah yang sangat fatal pada sistem keamanannya. Djumadi menjelaskan bahwa hunian tersebut tidak dilengkapi dengan pagar pembatas yang memadai. Area parkir yang bersifat terbuka memungkinkan siapa pun untuk mengakses kendaraan yang terparkir tanpa hambatan fisik yang berarti.
Meskipun para pemilik motor sudah melakukan tindakan preventif dengan mengunci stang kendaraan masing-masing, hal tersebut nyatanya tidak cukup untuk membendung keahlian para pencuri. Para pelaku diduga menggunakan peralatan khusus untuk membobol lubang kunci dalam waktu singkat. Tanpa adanya penjaga malam (satpam) dan hanya mengandalkan CCTV sebagai alat bukti pasca-kejadian, para pelaku dengan leluasa membawa kabur tiga unit motor sekaligus menuju jalan raya besar.
Dampak Psikologis dan Langkah Antisipasi Warga
Kehilangan tiga motor dalam satu malam tentu memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi warga sekitar. Rasa aman yang selama ini dirasakan kini berganti dengan kecemasan akan adanya aksi susulan.
"Dampak dari kejadian ini, kami merasa sangat was-was. Ada kekhawatiran besar bahwa peristiwa serupa bisa terulang kembali jika tidak ada langkah nyata," ungkap Djumadi saat ditemui oleh awak media pada Jumat, 9 Januari 2026.
Sebagai tindak lanjut, pihak pengurus RT berencana untuk segera menggelar pertemuan darurat. Rapat ini akan melibatkan seluruh warga serta para pengelola rumah kos di wilayah tersebut. Poin utama yang akan dibahas adalah:
Penguatan Pengamanan Fisik: Mendorong pemilik kos untuk memasang pagar permanen.
Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling): Mengaktifkan kembali ronda atau patroli mandiri.
Evaluasi Fasilitas: Memastikan pencahayaan di area parkir mencukupi dan menambah titik CCTV.
Penyelidikan Kepolisian: Mengejar Jejak Pelaku
Di sisi lain, pihak kepolisian telah bergerak cepat merespon laporan kehilangan ini. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi awal. Bukti rekaman CCTV yang merekam gerak-gerik para pelaku sudah kami amankan sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut," jelas Kompol Anang.
Saat ini, tim buser dari Polsek Lowokwaru sedang melakukan pendalaman untuk memetakan arah pelarian pelaku berdasarkan jaringan CCTV di sepanjang jalan protokol. Kepolisian juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan menambahkan kunci ganda (kunci tambahan pada cakram atau rantai) sebagai lapisan keamanan ekstra bagi kendaraan mereka.


.png)


