GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Fenomena Kayutangan Heritage: Magnet Utama Pariwisata Kota Malang yang Tembus 31 Ribu Kunjungan Selama Libur Nataru 2026

Malang, malangterkini.id - Kawasan legendaris Kampung Kayutangan Heritage mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata paling ikonik di Kota Malang selama masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan data terbaru, lokasi ini menjadi pilihan utama bagi puluhan ribu pelancong yang ingin menikmati suasana sejarah di tengah modernitas kota.

Rekor Kunjungan yang Fenomenal

Sepanjang satu pekan terakhir, tercatat jumlah kunjungan wisatawan ke kampung tematik ini mencapai angka yang fantastis, yakni menembus 31.000 orang. Lonjakan ini mencerminkan tren positif pertumbuhan pariwisata berbasis komunitas di Jawa Timur.

Mila Kurniawati, selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian ini. Ia mencatat bahwa periode antara 24 hingga 31 Desember 2025 merupakan fase tersibuk bagi pengelola. Jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka kenaikan kunjungan ini mencapai 100 persen atau naik dua kali lipat.

"Ini adalah pencapaian tertinggi sejak destinasi ini resmi dibuka pada tahun 2016 silam," ujar Mila saat ditemui pada Kamis (1/1/2026). Ia menambahkan bahwa rata-rata kunjungan harian selama musim liburan ini berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 orang, dengan puncak kepadatan terjadi pada 27 Desember yang menyentuh angka 5.500 pengunjung.

Pesona Arsitektur Kolonial yang Tak Lekang Zaman

Daya tarik utama yang membuat wisatawan rela berbondong-bondong datang ke kawasan ini adalah nilai sejarahnya yang sangat kental. Kayutangan bukan sekadar pemukiman padat penduduk, melainkan sebuah museum hidup yang menyimpan memori masa lalu.

Wisatawan disuguhi pemandangan deretan rumah kuno dengan arsitektur khas Belanda yang masih terjaga keasliannya. Detail bangunan, mulai dari bentuk jendela, pintu, hingga atap, memberikan nuansa nostalgia yang kuat. Keberadaannya yang terletak tepat di jantung Kota Malang membuat aksesibilitas menuju lokasi ini sangat mudah bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Visi Pengembangan: Kuliner dan Pemberdayaan UMKM

Meskipun telah meraih sukses besar, Pokdarwis Kayutangan Heritage tidak ingin cepat berpuas diri. Rencana strategis telah disusun untuk memperkaya pengalaman wisatawan, salah satunya dengan memperkuat sektor kuliner.

Pasar Talun, yang berada di dalam kawasan tersebut, diproyeksikan menjadi magnet baru. Pengelola berencana memoles pasar ini agar menjadi pusat jajanan dan makanan khas yang dapat menggerakkan roda perekonomian warga lokal. "Kami ingin wisatawan tidak hanya sekadar berjalan-jalan dan berfoto, tetapi juga dapat menikmati sajian kuliner yang otentik sehingga perputaran uang di dalam kampung semakin terasa bagi warga," jelas Mila.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak pengelola akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Malang melalui:

  • Disporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata): Untuk pendampingan manajemen destinasi.

  • Diskopindag (Dinas Koperasi dan Perdagangan): Untuk pembinaan pelaku UMKM agar produk mereka memiliki daya saing tinggi dan kemasan yang menarik.

Dominasi Kayutangan di Kancah Nasional

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, memberikan konfirmasi bahwa Kayutangan Heritage memang menjadi penyumbang angka wisatawan tertinggi di Kota Malang, mengungguli destinasi populer lainnya seperti Kampung Warna Warni.

Secara makro, tren pariwisata di Kota Malang memang tengah naik daun. Pada tahun 2024, jumlah total pengunjung di periode Nataru berkisar di angka 32.000 orang. Namun, pada periode yang sama di tahun ini, angka tersebut melonjak tajam hingga mencapai 58.000 wisatawan.

Baihaqi menilai, meledaknya jumlah kunjungan ini merupakan dampak positif dari prestasi Kayutangan di tingkat nasional. Keberhasilan meraih penghargaan Wonderful Indonesia Award, dengan menyisihkan lebih dari 360 Pokdarwis dari seluruh penjuru Indonesia, telah meningkatkan kredibilitas dan daya tarik kawasan ini secara signifikan. Prestasi tersebut kini menjadikan Kayutangan sebagai rujukan bagi banyak daerah lain di Indonesia untuk melakukan studi banding terkait pengelolaan wisata berbasis heritage.

Analisis Data Kunjungan Nataru 2025/2026

KategoriStatistik
Total Kunjungan (1 Pekan)31.000 Orang
Peningkatan Persentase100% (YoY)
Puncak Kunjungan (27 Des)5.500 Orang
Rata-rata Harian3.000 - 4.000 Orang
Total Wisatawan Kota Malang58.000 Orang
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network