Malang, malangterkini.id - Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah, khususnya banjir yang menggenangi jalur rel kereta api di Pekalongan, memberikan dampak berantai hingga ke Jawa Timur. Akibat gangguan alam ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya terpaksa mengambil langkah tegas dengan membatalkan perjalanan kereta api keberangkatan dari Stasiun Malang demi menjaga keselamatan seluruh penumpang.
Keamanan Perjalanan Menjadi Prioritas Utama
Keputusan pembatalan ini tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui pertimbangan matang berdasarkan pantauan kondisi infrastruktur di lapangan. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana terus dilakukan untuk memastikan apakah jalur masih layak dilalui atau tidak.
Berdasarkan hasil pengecekan pada Minggu, 18 Januari 2026, genangan air di wilayah Pekalongan telah mencapai titik yang membahayakan operasional kereta. "Keselamatan pelanggan dan keamanan perjalanan adalah prioritas tertinggi bagi kami. Oleh karena itu, kami memilih untuk membatalkan perjalanan guna menghindari risiko fatal akibat kondisi lintas yang tidak memungkinkan untuk dilalui," tegas Mahendro.
Dampak Signifikan pada KA Matarmaja
Gangguan di jalur utara ini menyebabkan jadwal perjalanan kereta api mengalami kekacauan yang cukup besar. Salah satu armada yang terdampak paling parah adalah KA Matarmaja relasi Pasar Senen – Malang. Kereta tersebut dilaporkan mengalami keterlambatan kedatangan yang sangat ekstrem, yakni mencapai 651 menit atau lebih dari 10 jam.
Keterlambatan ini memicu efek domino pada jadwal keberangkatan berikutnya. Karena rangkaian kereta yang akan digunakan untuk perjalanan kembali ke Jakarta (relasi Malang – Pasar Senen) masih tertahan di jalur yang banjir, KAI memutuskan untuk membatalkan jadwal keberangkatan pukul 07.40 WIB. Langkah ini diambil karena aspek kesiapan sarana dan pengecekan keamanan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat di tengah kondisi darurat tersebut.
Data Penumpang dan Permohonan Maaf
Pihak KAI mencatat setidaknya ada 278 penumpang di Stasiun Malang yang terdampak langsung oleh pembatalan ini. Mahendro, mewakili manajemen PT KAI, menyampaikan rasa prihatin dan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan. Beliau menyadari bahwa gangguan ini sangat mengganggu rencana perjalanan masyarakat, namun faktor keselamatan tetap tidak bisa ditawar.
Prosedur Pengembalian Dana (Refund) 100%
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kompensasi atas pembatalan ini, KAI memberikan fasilitas pengembalian biaya tiket secara penuh tanpa potongan sedikitpun. Berikut adalah poin-poin penting terkait skema refund:
Batas Waktu: Pembatalan dan klaim pengembalian biaya dapat dilakukan hingga maksimal 7 hari (7x24 jam) setelah jadwal keberangkatan yang tertera di tiket.
Cakupan Tiket: Penumpang yang memilih tidak melanjutkan perjalanan akibat perubahan rute atau rekayasa operasi juga berhak mendapatkan refund 100%, termasuk untuk tiket terusan atau tiket pulang-pergi.
Kanal Pembatalan:
Loket stasiun secara langsung.
Contact Center 121 melalui layanan telepon.
Fitur VOIP pada aplikasi Access by KAI.
Komitmen Pemulihan Jalur
Hingga saat ini, KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memantau penurunan debit air di Pekalongan. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan agar jalur dapat segera kembali normal dan aman untuk dilalui kembali. Pihak KAI juga mengapresiasi kesabaran para penumpang yang tetap kooperatif meskipun menghadapi situasi cuaca yang tidak menentu ini.


.png)


