Malang, malangterkini.id - Perayaan malam pergantian tahun 2026 di Kota Malang menyisakan tantangan besar bagi kebersihan kota. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melaporkan terjadinya lonjakan volume sampah yang cukup signifikan sesaat setelah euforia perayaan berakhir. Berdasarkan data yang dihimpun, timbulan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasanya.
Lonjakan Signifikan Pasca-Perayaan
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengungkapkan bahwa total sampah yang diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang pada Kamis, 1 Januari 2026, tercatat mencapai angka 600 ton. Angka ini menunjukkan adanya tren peningkatan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat di ruang publik selama malam tahun baru.
"Berdasarkan perkiraan dan data masuk, sampah yang tiba di TPA Supiturang berada di kisaran 600 ton. Jika dibandingkan dengan hari biasa, terjadi kenaikan sekitar 80 ton," ujar Raymond saat memberikan keterangan resmi pada Kamis sore.
Menariknya, lonjakan sampah pada tahun baru kali ini jauh melampaui statistik pada momen libur Natal 2025 lalu. Sebagai perbandingan, pada periode Natal, kenaikan sampah hanya menyentuh angka 25 ton. Hal ini mengindikasikan bahwa antusiasme masyarakat dalam merayakan malam pergantian tahun memang jauh lebih besar dan terkonsentrasi di titik-titik tertentu.
Titik Konsentrasi Sampah: Dari Heritage hingga Masjid
Pihak DLH mengidentifikasi bahwa penumpukan sampah paling masif terjadi di pusat-pusat keramaian yang menjadi magnet bagi warga maupun wisatawan. Kawasan Kayutangan Heritage dan sepanjang ruas Jalan Ijen menjadi lokasi dengan produksi sampah tertinggi. Kedua lokasi ini memang menjadi pusat perayaan utama di Kota Malang.
Selain lokasi wisata dan jalan protokol, lonjakan sampah juga terpantau di area publik lainnya seperti:
Sekitar Stasiun Kota Malang.
Area masjid-masjid besar yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan.
Pusat kuliner dan titik berkumpulnya massa.
Raymond menambahkan bahwa selain perayaan hiburan, peningkatan volume sampah juga dipicu oleh banyaknya agenda doa bersama. Di beberapa titik, seperti Masjid Kidul Pasar, terdapat penumpukan sampah sisa konsumsi dari kegiatan pengajian dan doa bersama untuk korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.
Strategi Penanganan: Tambah Jam Operasional, Bukan Personel
Menghadapi "banjir" sampah ini, DLH Kota Malang mengambil langkah taktis guna memastikan kebersihan kota kembali pulih dengan cepat. Sebanyak 500 petugas kebersihan dikerahkan secara serentak ke berbagai penjuru kota.
Meski tidak ada penambahan jumlah personel di lapangan, DLH melakukan penyesuaian pada skema pengangkutan. Jika pada hari normal jadwal pengangkutan sampah menuju TPA Supiturang berakhir pada pukul 12.00 WIB, khusus di hari pertama tahun 2026 ini, durasi kerja ditambah hingga sore hari.
"Kami tidak menambah jumlah petugas, namun frekuensi pengambilan atau rit pengangkutan yang kami tingkatkan. Mengingat volume yang membludak, operasional pengangkutan kami perpanjang hingga pukul 15.30 WIB," jelas Raymond.
Kondisi Terkini: Kota Malang Kembali Asri
Kerja keras ratusan petugas kebersihan selama hampir seharian penuh membuahkan hasil positif. Menjelang Kamis sore, titik-titik yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah sisa perayaan dipastikan telah bersih kembali.
Jalan Ijen, kawasan Kayutangan, hingga area pemukiman di sekitar masjid kini telah tertangani dengan baik. Pihak DLH memastikan bahwa estetika dan kebersihan Kota Malang telah kembali normal sehingga aktivitas masyarakat pada hari kedua di tahun 2026 dapat berjalan dengan nyaman.


.png)


