Kota Batu, malangterkini.id - Dunia pendidikan di Kota Batu kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat regional. Salah satu institusi pendidikan di kota wisata ini berhasil menembus jajaran elit dalam ajang pemilihan Role Model School Religious Culture (SRC) tingkat Provinsi Jawa Timur. Kompetisi bergengsi yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur ini telah mencapai babak puncaknya, di mana perwakilan dari Kota Batu terpilih sebagai salah satu finalis utama.
Tahapan Krusial: Presentasi Publik Melalui Kanal Digital
Kepastian melajunya sekolah ini ke babak final ditandai dengan partisipasi aktif dalam tahapan presentasi publik ketiga. Mengingat efisiensi dan jangkauan, kegiatan ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Selasa, 23 Desember lalu. Momen ini menjadi pembuktian bagi sekolah tersebut untuk memaparkan keunggulan nilai-nilai religius yang telah diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan harian mereka.
Dalam sesi yang menentukan tersebut, pihak sekolah tidak berjuang sendirian. Dukungan penuh diberikan oleh otoritas terkait, yang dibuktikan dengan kehadiran langsung:
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu.
Kepala Seksi PAQIS (Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam) Kemenag Kota Batu.
Pengawas Pembina Sekolah.
Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kehadiran para pejabat dan pengawas ini menegaskan bahwa program yang dibawakan oleh sekolah tersebut bukan sekadar inovasi internal, melainkan sebuah gerakan yang didukung sepenuhnya oleh sistem pendidikan daerah.
"Pejuang Subuh": Ikon Budaya Religi yang Menjadi Sorotan
Hal yang paling mencuri perhatian dalam ajang SRC kali ini adalah keberanian sekolah dalam mengangkat program bertajuk "Pejuang Subuh". Program ini bukan hanya sekadar nama, melainkan sebuah manifestasi budaya religius yang dijadikan ikon utama sekolah.
Program "Pejuang Subuh" dirancang untuk menanamkan kedisiplinan spiritual sejak dini kepada para siswa. Dengan mengacu pada aktivitas ibadah di waktu fajar, sekolah berupaya membangun karakter tangguh, komitmen tepat waktu, dan kesadaran spiritual yang mendalam. Keunikan program inilah yang disinyalir menjadi faktor kuat yang membawa sekolah ini masuk dalam posisi tiga besar di tingkat Jawa Timur.
Struktur Presentasi yang Komprehensif
Kepala Sekolah, Nur Ita Rahmawari, SH., M.Pd., memimpin langsung jalannya presentasi publik tersebut. Rangkaian pemaparan disusun secara sistematis untuk meyakinkan dewan juri:
Visualisasi Profil: Diawali dengan penayangan video profil yang menggambarkan ekosistem sekolah berbasis budaya religi secara nyata.
Pemaparan Program: Penjelasan detail mengenai implementasi kebijakan kepala sekolah dalam mengawal program-program keagamaan.
Sinergi Dukungan: Penjelasan mengenai bagaimana sekolah membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan untuk keberlanjutan program.
Dukungan Masif dari Tokoh Daerah hingga Nasional
Keberhasilan sekolah ini tidak lepas dari ekosistem dukungan yang luar biasa luas. Penataan budaya religi di sekolah tersebut mendapatkan apresiasi dan penguatan dari berbagai lini pemerintahan dan organisasi masyarakat.
Dukungan formal mengalir deras dari tokoh-tokoh penting, di antaranya:
Sektor Pemerintah: Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Wali Kota Batu, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
Sektor Legislatif: Ketua DPRD Kota Batu.
Sektor Organisasi: Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Endorsement dari Tokoh Agama Nasional
Selain dukungan birokrasi, sekolah ini juga mendapatkan suntikan moral dari para tokoh agama dan dai kondang berskala nasional. Nama-nama besar seperti Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Derry Sulaiman, Ustaz Opick, hingga Ustaz Risky Ja’far Thalib turut memberikan testimoni dan dukungan atas konsistensi sekolah dalam membangun karakter Islami. Kehadiran dukungan dari para tokoh ini memberikan legitimasi bahwa metode pendidikan religi yang diterapkan di sekolah ini memiliki nilai yang diakui secara luas.
Visi Masa Depan: Mencetak Generasi Berkarakter
Dalam pernyataan penutupnya, Nur Ita Rahmawari menegaskan bahwa pencapaian di ajang SRC ini bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah batu loncatan untuk inovasi yang lebih besar.
"Sekolah kami memiliki komitmen yang teguh untuk terus menghadirkan dan mengembangkan inovasi yang berakar pada budaya religi. Ini bukan hanya tugas guru, melainkan dedikasi bersama seluruh warga sekolah. Target besar kami adalah melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh dan karakter Islami yang kuat," ujar Nur Ita dengan penuh optimisme.
Dengan masuknya sekolah ini ke tahap final, Kota Batu semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang mampu menyelaraskan kemajuan pendidikan umum dengan penguatan nilai-nilai spiritual, menciptakan standar baru bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur.


.png)


