Malang, malangterkini.id - Optimisme menyelimuti prospek ekonomi di wilayah Malang Raya menjelang tahun anggaran 2026. Setelah melewati dinamika ekonomi pada tahun 2025 dengan capaian yang cukup solid, performa ekonomi di kawasan yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu ini diharapkan tidak hanya terjaga, tetapi juga menunjukkan tren akselerasi yang lebih positif.
Analisis Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Malang telah merilis draf proyeksi strategis terkait arah gerak ekonomi tahun depan. Berdasarkan kajian makroekonomi terbaru, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malang Raya pada tahun 2026 akan berada pada rentang 4,7 persen hingga 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala KPw Bank Indonesia Malang, Febrina, menjelaskan bahwa angka proyeksi ini didasarkan pada perhitungan matang mengenai stabilitas pasar domestik dan potensi regional yang belum tergarap secara maksimal. Rentang pertumbuhan tersebut dianggap realistis mengingat fondasi ekonomi Malang Raya yang terdiversifikasi dengan baik.
Pilar Utama Pendorong Ekonomi 2026
Febrina mengidentifikasi setidaknya ada empat determinan utama yang akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di wilayah ini sepanjang tahun 2026:
Konsumsi Rumah Tangga: Sektor ini tetap menjadi tulang punggung utama. Tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi serta terjaganya daya beli masyarakat diharapkan mampu menjaga sirkulasi uang di tingkat akar rumput tetap stabil.
Investasi yang Ekspansif: Masuknya modal baru, baik dari investor domestik maupun asing, diprediksi akan memperkuat struktur industri dan membuka lapangan kerja baru.
Revitalisasi Sektor Pariwisata: Sebagai salah satu pusat wisata di Jawa Timur, penguatan destinasi dan daya tarik wisata menjadi kunci untuk menarik devisa dan kunjungan wisatawan.
Kegiatan Ekonomi Non-Pertanian: Sektor manufaktur, jasa, dan ekonomi kreatif dipandang memiliki ruang pertumbuhan yang sangat lebar, seiring dengan transformasi digital yang kian masif.
Mandat Bagi Pemerintah Daerah: Memperkuat Sektor Unggulan
Melihat potensi besar tersebut, Bank Indonesia memberikan rekomendasi kuat kepada jajaran pemerintah daerah di Malang Raya untuk melakukan langkah-langkah konkret. Febrina menekankan pentingnya penguatan pada lima sektor strategis, yaitu pariwisata, UMKM, pertanian, industri, dan perdagangan.
Dalam sektor pariwisata, BI menyoroti pentingnya aspek narasi atau storytelling. "Pemerintah daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan alam secara visual. Perlu adanya identifikasi destinasi yang memiliki nilai sejarah atau cerita menarik yang mampu memberikan pengalaman mendalam bagi wisatawan," ungkap Febrina. Lebih lanjut, penyusunan paket wisata yang terintegrasi antar wilayah di Malang Raya menjadi keharusan agar lama tinggal (length of stay) wisatawan dapat meningkat.
Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif
Selain penguatan sektor riil, Bank Indonesia juga mengingatkan pentingnya perbaikan birokrasi. Untuk menarik minat para pemilik modal, pemerintah daerah dituntut untuk melakukan:
Penyederhanaan Perizinan: Memangkas rantai birokrasi yang berbelit agar proses penanaman modal menjadi lebih cepat dan efisien.
Pemberian Insentif: Menyediakan stimulus fiskal maupun non-fiskal bagi industri yang memiliki dampak berganda (multiplier effect) besar terhadap ekonomi lokal.
Sinergi Antar-Instansi: Memperkuat kolaborasi lintas sektor agar kebijakan yang diambil tidak saling tumpang tindih dan tepat sasaran.
Harapan
Dengan adanya proyeksi yang optimis dari Bank Indonesia, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Malang Raya dapat bergerak searah. Sinergi antara kebijakan moneter dari Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal dan pembangunan dari pemerintah daerah menjadi kunci utama agar target pertumbuhan di level 5,5 persen tersebut bukan sekadar angka, melainkan realitas yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Malang Raya.
Poin Strategis BI Malang 2026
| Aspek | Detail Proyeksi |
| Target Pertumbuhan | 4,7% – 5,5% (yoy) |
| Motor Utama | Konsumsi, Investasi, Pariwisata, Jasa |
| Sektor Prioritas | Pariwisata, UMKM, Industri, Perdagangan |
| Strategi Wisata | Storytelling & Paket Wisata Terpadu |
| Kunci Investasi | Reformasi Perizinan & Insentif Fiskal |


.png)


