Malang, malangterkini.id - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dibarengi angin kencang melanda wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Rabu petang (4/3/2026). Fenomena alam ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur pemukiman yang cukup masif di sedikitnya enam wilayah kecamatan.
Dampak Kerusakan dan Respons Cepat BPBD
Berdasarkan data terkini yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tercatat sekitar 30 rumah warga mengalami kerusakan dengan intensitas ringan hingga berat. Mayoritas kerusakan terjadi pada struktur atap yang tersapu angin serta bangunan yang tertimpa pohon tumbang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa rentetan laporan kerusakan mulai mengalir sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari. Menanggapi situasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) segera diterjunkan ke titik-titik terdampak untuk melakukan asesmen lapangan.
"Kami menerima laporan mengenai kerusakan atap rumah di beberapa kecamatan akibat terjangan angin kencang. Kabar baiknya, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini," jelas Sadono pada Kamis (5/3/2026).
Sebaran Wilayah Terdampak
Bencana ini tersebar di beberapa titik strategis, di antaranya:
Kecamatan Kasembon: Lokasi terdampak paling signifikan berada di Dusun Mangir, Desa Sukosari. Sebanyak delapan rumah mengalami kerusakan, ditambah tumbangnya pohon mangga yang memutus jaringan listrik setempat.
Desa Wonoagung: Sembilan rumah dilaporkan rusak dengan estimasi kerugian di satu titik mencapai angka Rp80 juta.
Kecamatan Pujon: Di Desa Madirejo, dua rumah mengalami kerusakan atap yang cukup serius. Salah satu rumah tersebut dihuni oleh keluarga yang terdiri dari lima jiwa, termasuk anak-anak dan seorang balita.
Kecamatan Tajinan: Enam rumah di Desa Gunungsari dilaporkan terdampak, memicu kebutuhan mendesak akan bantuan logistik dasar.
Kecamatan Lawang: Kejadian dramatis terjadi di Desa Ketindan, di mana sebuah pohon beringin raksasa berdiameter dua meter dengan tinggi sekitar 30 meter tumbang menimpa tiga rumah. Akibatnya, dua keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Prioritas Bantuan dan Langkah Darurat
BPBD Kabupaten Malang saat ini memfokuskan upaya pada pendataan nilai kerugian total serta pendistribusian bantuan darurat. Bantuan berupa terpal, paket sembako, dan perlengkapan bayi menjadi prioritas utama untuk membantu warga menutup bagian rumah yang terbuka agar tetap bisa berteduh.
"Fokus kami adalah percepatan penanganan darurat. Kami memastikan ketersediaan terpal agar warga bisa segera melakukan perbaikan sementara pada bagian atap yang rusak," tambah Sadono.
Imbauan Kewaspadaan Dini
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di masa transisi ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Langkah preventif seperti memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah serta mengecek kekokohan struktur atap sangat disarankan guna meminimalkan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa di kemudian hari.


.png)


