Malang, malangterkini.id - Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan Kota Malang, Jawa Timur pada Senin (30/3/2026) petang. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang mengakibatkan sederet insiden pohon tumbang di beberapa wilayah strategis. Kejadian ini memicu kerusakan material yang cukup signifikan, mulai dari kendaraan roda empat hingga bangunan semi-permanen milik warga.
Kerusakan di Kawasan Rampal
Salah satu titik terdampak paling parah berada di Jalan Lapangan Brawijaya Rampal, Kecamatan Blimbing. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, cuaca mulai memburuk sekitar pukul 17.00 WIB. Putra, seorang pedagang setempat, menuturkan bahwa meskipun durasi angin kencang hanya berkisar antara 5 hingga 10 menit, kekuatannya cukup untuk merobohkan pohon-pohon besar di area tersebut.
Dampak dari kejadian di Rampal meliputi:
Kendaraan: Satu unit mobil mengalami kerusakan berat (ringsek) pada bagian atap, sementara satu mobil lainnya mengalami kerusakan ringan.
Fasilitas Warga: Sejumlah warung kopi di sepanjang jalan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap teras yang hancur tertimpa dahan.
Laporan BPBD: Sebaran Titik Kejadian
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengonfirmasi bahwa insiden pohon tumbang tidak hanya terjadi di satu titik. Hingga Senin malam, BPBD mencatat total ada empat lokasi utama yang terdampak di Kecamatan Klojen dan Blimbing:
| Lokasi Kejadian | Dampak Kerusakan |
| Jl. Lapangan Brawijaya Rampal | 2 Mobil ringsek, atap warung kopi rusak. |
| Jl. Trunojoyo | Satu unit sepeda motor tertimpa dahan. |
| Jl. Brawijaya Splindid | Atap kios burung (ukuran 2x2 meter) rusak. |
| Jl. Jaksa Agung | Pembersihan material dahan di bahu jalan. |
Status Korban dan Tindak Lanjut
Hingga berita ini diturunkan, Prayitno memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rangkaian insiden tersebut. Fokus utama petugas gabungan saat ini adalah melakukan evakuasi material pohon guna melancarkan arus lalu lintas yang sempat terhambat.
BPBD Kota Malang terus mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang bersifat dinamis. Pendataan kerugian materiil secara menyeluruh masih terus dilakukan oleh tim di lapangan untuk memberikan laporan final terkait dampak cuaca ekstrem ini.


.png)


