Malang, malangterkini.id - Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, terjadi pergeseran tren transaksi logam mulia di wilayah Kabupaten Malang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana masyarakat cenderung berburu perhiasan baru untuk dikenakan saat lebaran, tahun ini pasar perhiasan justru terpantau lesu. Sebaliknya, gelombang masyarakat yang menjual kembali koleksi emas mereka ke toko-toko perhiasan justru mengalami peningkatan signifikan.
Peningkatan Transaksi 'Buyback' di Pasar Kepanjen
Kondisi ini terlihat jelas di salah satu pusat niaga emas, yakni Toko Emas Jaya Makmur yang berlokasi di kawasan Pasar Kepanjen, Kecamatan Kepanjen. Haris, sang pemilik toko, mengungkapkan bahwa aktivitas perdagangan di tokonya saat ini didominasi oleh warga yang ingin mencairkan aset emas mereka menjadi uang tunai.
Menurut pantauan di lapangan pada Rabu (18/3/2026), jumlah masyarakat yang datang untuk menjual perhiasan meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa. "Dalam sehari, kami bisa melayani pembelian kembali atau buyback hingga 20 sampai 30 keping perhiasan dari masyarakat," tutur Haris saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ekonomi Lesu dan Kebutuhan Mendesak
Data dari toko tersebut menunjukkan lonjakan transaksi penjualan dari masyarakat sebesar 50 persen. Jika pada hari normal Haris hanya menerima sekitar 10 transaksi pembelian emas dari warga, kini angka tersebut naik dua hingga tiga kali lipat.
Ada beberapa faktor utama yang ditengarai menjadi pemicu fenomena ini:
Kebutuhan Lebaran: Masyarakat membutuhkan dana segar untuk memenuhi kebutuhan pokok, transportasi mudik, hingga persiapan hari raya.
Faktor Ekonomi: Haris menduga kondisi ekonomi makro yang sedang kurang stabil membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga emas yang selama ini disimpan dijadikan sebagai "dana darurat".
Harga Emas Tinggi: Tingginya nilai tukar emas saat ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengambil keuntungan (profit taking).
Update Harga Emas di Kabupaten Malang
Meski banyak warga yang menjual, Haris memprediksi bahwa tingkat pembelian emas pasca-Lebaran tidak akan mengalami lonjakan drastis. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, penjualan diprediksi hanya akan kembali ke level normal tanpa ada kenaikan volume yang berarti.
Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi, berikut adalah rincian harga emas yang berlaku di Toko Jaya Makmur per Maret 2026:
Emas 24 Karat: Dibanderol dengan harga Rp2.600.000 per gram.
Emas 17 Karat: Dipatok pada kisaran harga Rp1.850.000 per gram.
Kondisi ini mencerminkan bahwa di tengah persiapan hari kemenangan, masyarakat Kabupaten Malang cenderung lebih pragmatis dalam mengelola aset keuangan mereka guna menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.


.png)


