Malang, malangterkini.id - Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Malang pada Sabtu (14/3/2026). Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak siang hingga sore hari mengakibatkan banjir meluap di sedikitnya 21 titik strategis yang tersebar di lima kecamatan.
Pemicu dan Kronologi Kejadian
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, mengonfirmasi bahwa luapan air ini disebabkan oleh ketidakmampuan drainase dan sungai dalam menampung lonjakan debit air yang datang secara tiba-tiba.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops), tanda-tanda genangan mulai muncul sekitar pukul 14.16 WIB. "Curah hujan yang sangat tinggi memicu kenaikan debit air di saluran pembuangan utama, sehingga air meluap ke badan jalan," jelas Prayitno pada Sabtu petang.
Sebaran Wilayah Terdampak
Banjir kali ini merata menyentuh seluruh sudut kota, mulai dari pusat keramaian hingga kawasan pemukiman. Berikut adalah rincian sebarannya:
Kecamatan Blimbing: Genangan air melumpuhkan akses di jalan-jalan utama seperti Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S. Parman, serta kawasan industri di sekitar Jalan Panji Suroso dan Jalan Kedawung.
Kecamatan Lowokwaru: Wilayah ini menjadi salah satu yang paling terdampak, mencakup kawasan pendidikan dan kuliner seperti Jalan Soekarno Hatta, Jalan Bunga Coklat, Jalan Cengger Ayam, hingga kawasan perumahan di Kendalsari, Melati, dan Mawar.
Kecamatan Klojen: Ikon wisata Kayutangan Heritage tidak luput dari genangan, disusul oleh kawasan Jalan Galunggung dan Jalan Veteran yang kerap menjadi langganan banjir saat hujan lebat.
Kecamatan Sukun: Fokus luapan air terpantau di wilayah Karangbesuki dan Gadingkasri, khususnya di sekitar Jalan Candi dan Bukit Barisan.
Kecamatan Kedungkandang: Area Sawojajar mengalami dampak signifikan, terutama di ruas Jalan Danau Kerinci Raya, Jalan Danau Toba, dan Jalan Danau Bratan Raya.
Kondisi Terkini dan Imbauan Petugas
Meskipun sempat melumpuhkan lalu lintas, BPBD melaporkan bahwa genangan air mulai berangsur surut pada pukul 16.30 WIB seiring dengan meredanya intensitas hujan. Petugas di lapangan tetap disiagakan untuk memantau sisa-sisa material banjir dan memastikan saluran air kembali berfungsi normal.
Prayitno mengingatkan masyarakat, terutama pengguna jalan, agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang fluktuatif di bulan Maret ini. "Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan, dan tetap berhati-hati saat berkendara di wilayah rawan genangan," tambahnya.


.png)


