Malang, malangterkini.id - Menjelang perayaan Idulfitri tahun 2026, Pemerintah Kota Malang memperkuat jaring pengaman sosial melalui penyaluran bantuan pangan strategis. Berkolaborasi erat dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Pemerintah Kota Malang secara resmi mendistribusikan bantuan berupa beras dan minyak goreng kepada warga di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, pada Selasa (17/3/2026).
Langkah Awal Gerakan Pangan Murah (GPM)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, hadir langsung di lokasi untuk meninjau proses penyaluran bantuan guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Beliau menegaskan bahwa kegiatan di Kelurahan Wonokoyo ini merupakan titik awal dari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), sebuah program strategis nasional yang dirancang untuk menjaga ketersediaan pangan di tingkat daerah.
Program ini direncanakan akan segera diperluas jangkauannya ke sepuluh kelurahan lain di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Secara akumulatif, total penerima manfaat di wilayah tersebut diproyeksikan mencapai 14.313 jiwa. Kehadiran program ini diharapkan menjadi oase bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Detail Paket Bantuan: Alokasi Dua Bulan Sekaligus
Dalam penyaluran kali ini, Pemerintah Kota Malang mengambil kebijakan untuk menggabungkan alokasi bantuan selama dua bulan, yaitu untuk periode Februari dan Maret 2026. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memiliki stok pangan yang cukup memadai untuk menghadapi masa persiapan Lebaran.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak mendapatkan paket komoditas sebagai berikut:
Beras: Sebanyak 20 kilogram (akumulasi dari jatah 10 kg per bulan).
Minyak Goreng: Sebanyak 4 liter merek Minyakita (akumulasi dari jatah 2 liter per bulan).
“Kami mengawali Gerakan Pangan Murah ini dari Kelurahan Wonokoyo. Untuk bantuan dua bulan sekaligus, masyarakat menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Ini adalah upaya konkret pemerintah hadir di tengah masyarakat,” jelas Wahyu Hidayat di hadapan para warga.
Jangkauan Distribusi dan Dampak Ekonomi
Pemerintah Kota Malang memiliki target ambisius dalam program bantuan pangan tahun ini. Secara keseluruhan, program ini ditargetkan menjangkau 57.515 penerima yang tersebar merata di 57 kelurahan di seluruh pelosok Kota Malang.
Selain sebagai bentuk bantuan sosial, program ini mengemban dua misi ekonomi yang sangat krusial:
Stabilitas Harga: Dengan membanjirnya pasokan beras dan minyak langsung ke tangan konsumen melalui jalur bantuan, tekanan permintaan di pasar diharapkan berkurang, sehingga harga bahan pokok di pasar tradisional tetap stabil.
Pengendalian Inflasi: Melalui ketersediaan pangan yang terjamin, pemerintah daerah berupaya menekan laju inflasi daerah (Volatile Foods) yang sering kali melonjak tajam pada bulan Ramadhan dan menjelang Idulfitri.
Harapan Pemerintah bagi Kesejahteraan Warga
Wali Kota Wahyu Hidayat berharap bantuan ini dapat langsung dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Dengan terpenuhinya kebutuhan pokok melalui bantuan ini, beban finansial rumah tangga dapat dialihkan untuk keperluan produktif lainnya atau persiapan merayakan hari raya dengan lebih tenang.
“Harapan kami, menjelang Lebaran nanti, bantuan ini bisa langsung dirasakan manfaatnya karena ini adalah bahan pokok yang sangat krusial. Di sisi lain, langkah ini menjadi instrumen penting bagi kami untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menekan inflasi di Kota Malang,” tutup Wahyu mengakhiri tinjauannya.


.png)


