GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Strategi Kabupaten Malang Redam Inflasi: Stok Cabai Melimpah di Tengah Tantangan Cuaca Menjelang Lebaran 2026

Malang, malangterkini.id - Kenaikan harga cabai rawit kembali menjadi sorotan utama karena kontribusinya yang signifikan terhadap angka inflasi di Kabupaten Malang. Berdasarkan analisis terbaru dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), komoditas ini mendominasi tekanan harga dibandingkan barang kebutuhan pokok lainnya. Fenomena ini memicu gerak cepat dari pemerintah daerah untuk merumuskan langkah-langkah pengendalian yang efektif guna menjaga daya beli masyarakat.

Data Ketahanan Pangan: Surplus di Tengah Fluktuasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi ketahanan pangan di wilayahnya sebenarnya berada pada level yang sangat aman. Meskipun harga di pasar menunjukkan gejolak, ketersediaan fisik barang justru mengalami surplus yang cukup besar.

Berikut adalah rincian ketersediaan pangan di Kabupaten Malang:

  • Cabai Rawit: Tersedia sebanyak 18.883 ton dengan angka surplus mencapai 16.394 ton.

  • Daging Ayam: Stok tercatat 10.542 ton dengan surplus sebesar 335 ton.

  • Telur Ayam: Ketersediaan mencapai 12.184 ton dengan surplus 3.467 ton.

Budiar menegaskan bahwa secara kuantitatif, pasokan tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri mendatang. Namun, ia juga memberikan catatan penting bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama pada komoditas hortikultura yang sangat bergantung pada kondisi cuaca serta produk protein hewani yang memiliki margin stok lebih tipis.

Penyebab Utama Lonjakan Harga

Pergerakan harga yang fluktuatif ini dipicu oleh perpaduan antara meningkatnya permintaan musiman dan faktor eksternal berupa curah hujan yang tinggi. Cuaca ekstrem tersebut diketahui sering mengganggu proses produksi petani hortikultura, sehingga distribusi ke pasar menjadi terhambat. Data menunjukkan bahwa cabai rawit tetap menjadi kontributor utama inflasi sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, yang kemudian diikuti oleh komoditas daging ayam ras dan bawang merah.

Sebagai bentuk intervensi nyata, Pemerintah Kabupaten Malang terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta menyelenggarakan Pasar Lebaran pada Maret 2026 ini. Langkah strategis ini nantinya akan diperkuat dengan sistem pemantauan harga digital yang dioptimalkan di 21 pasar tradisional di seluruh wilayah kabupaten.

Analisis Ekonomi dan Rekomendasi Bank Indonesia

Senada dengan temuan TPID, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Malang, Dedy Prasetyo, melaporkan bahwa inflasi pada bulan Februari lalu mencapai 0,75 persen (mtm) atau secara tahunan berada di angka 4,81 persen (yoy). Selain cabai rawit, komoditas emas perhiasan dan daging ayam juga menjadi penyumbang utama inflasi, sementara sektor transportasi seperti bensin justru mengalami deflasi.

Dedy memperingatkan bahwa prediksi curah hujan menengah hingga tinggi pada bulan Maret ini berpotensi besar menekan produksi petani. Secara historis, dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, cabai rawit memang selalu menjadi "langganan" penyumbang inflasi tertinggi setiap kali memasuki momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Guna memitigasi risiko tersebut, Bank Indonesia memberikan tiga rekomendasi utama bagi Pemerintah Kabupaten Malang:

  1. Perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD): Memastikan distribusi pangan berjalan lintas wilayah secara lancar.

  2. Operasi Pasar Secara Masif: Menjamin keterjangkauan harga langsung di tingkat konsumen.

  3. Peningkatan Kualitas Neraca Pangan: Sinkronisasi data yang lebih akurat untuk memetakan kebutuhan dan ketersediaan pangan secara real-time.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network