Malang, malangterkini.id - Pertamina secara resmi memproyeksikan adanya kenaikan tajam pada angka permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan Malang Raya selama masa Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) tahun 2026. Fokus utama pengawasan distribusi kali ini tertuju pada Kota Batu dan Kabupaten Malang, mengingat dua wilayah tersebut merupakan destinasi utama bagi para wisatawan selama masa libur panjang lebaran.
Ketimpangan Konsumsi di Wilayah Malang Raya
Fuel Terminal Manager Pertamina Malang, Dolly Pratama Yudha, mengungkapkan bahwa tren konsumsi BBM di wilayah Malang Raya tidak akan merata. Berdasarkan data historis dan analisis mobilitas, terdapat perbedaan pola konsumsi yang cukup kontras antara kawasan perkotaan dan kawasan wisata.
Kota Batu & Kabupaten Malang: Diprediksi mengalami lonjakan konsumsi hingga 30%. Hal ini dipicu oleh arus masuk wisatawan yang ingin menghabiskan waktu libur di berbagai destinasi wisata alam dan hiburan.
Kota Malang: Diprediksi cenderung stabil atau hanya mengalami peningkatan yang sangat tipis. Fenomena ini terjadi karena sebagian besar warga Kota Malang melakukan perjalanan mudik ke luar kota, sehingga aktivitas kendaraan di dalam kota justru berkurang.
Jaminan Stok dan Himbauan Anti-Panic Buying
Meskipun grafik permintaan menanjak tajam di titik-titik tertentu, Pertamina memberikan jaminan penuh bahwa ketersediaan stok BBM berada dalam kondisi aman. Sistem distribusi telah diatur sedemikian rupa agar pengisian ulang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
Dolly menegaskan agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pertamina menjamin bahwa suplai ke setiap SPBU akan tetap terjaga berkat sistem pengawasan rantai pasok yang diperketat selama periode Idul Fitri.
Langkah Mitigasi dan Layanan Khusus
Untuk menghadapi potensi kemacetan yang dapat menghambat distribusi, Pertamina telah menyiapkan beberapa langkah taktis:
Penyiagaan Mobil Storage: Pertamina menyiagakan mobil tangki berkapasitas 24 kiloliter yang berfungsi sebagai penyimpanan cadangan di lokasi-lokasi strategis. Strategi ini bertujuan agar SPBU di titik rawan macet tidak kehabisan stok saat truk tangki reguler terjebak lalu lintas. Lokasi penempatan meliputi:
Dua titik di wilayah Kota Batu.
Satu titik di wilayah Blitar.
Satu titik di wilayah Malang Selatan.
Layanan Delivery Call Center 135: Bagi pengendara yang mengalami situasi darurat seperti kehabisan bensin di tengah kemacetan, Pertamina menyediakan layanan pesan antar. Sebanyak tiga unit sepeda motor operasional telah disiagakan di wilayah Kota Malang untuk mengantarkan BBM langsung ke lokasi pelanggan yang menghubungi layanan 135.
Kesiagaan Sejak Awal Maret
Seluruh infrastruktur pendukung dan layanan tambahan ini telah diaktifkan sejak tanggal 9 Maret 2026. Pertamina berkomitmen untuk memastikan mobilitas masyarakat, baik yang melakukan mudik maupun yang berwisata, dapat berjalan lancar tanpa kendala pasokan energi.
Dengan persiapan yang matang di jalur-jalur utama menuju objek wisata, diharapkan kenyamanan masyarakat selama merayakan Idul Fitri di Malang Raya dapat terjaga dengan maksimal.


.png)


