GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Tragedi di Usaha Laundry Pagelaran: Percikan Api dan Uap Bensin Renggut Nyawa Pemilik Ruko

Malang, malangterkini.id - Sebuah insiden memilukan menimpa sebuah usaha jasa pencucian pakaian (laundry) di kawasan Pagelaran, Kabupaten Malang. Kebakaran hebat yang melanda ruko tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan dan aset di dalamnya, tetapi juga memakan korban jiwa. Berdasarkan penyelidikan awal dari pihak kepolisian, diduga kuat api dipicu oleh interaksi antara sumber panas dan bahan bakar yang mudah menyala.

Kronologi dan Penyebab Kebakaran

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Malang melalui Kasi Humas, AKP Bambang Subinanjar, mengungkapkan detail awal mengenai penyebab bencana ini pada Selasa (18/3/2026). Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/3/2026) tersebut diduga bermula saat korban, Suliadi (48), sedang memindahkan bahan bakar bensin di dalam ruangan ruko.

Naas, uap dari bensin tersebut menyambar percikan api yang berasal dari kompor pemanas air untuk setrika uap yang saat itu tengah beroperasi.

"Berdasarkan hasil olah TKP oleh tim Inafis, api menyambar uap bensin ketika korban sedang menuangkan bahan bakar dari jerigen ke dalam botol-botol kecil. Hal ini memicu kobaran api yang sangat cepat merambat," jelas AKP Bambang.

Data Korban dan Kerugian Materil

Tragedi ini menyebabkan Suliadi, yang merupakan pemilik usaha tersebut, meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, terdapat tiga orang lainnya yang mengalami luka bakar serius dan kini tengah mendapatkan perawatan medis intensif, yaitu:

  1. Mistiatin (49): Istri korban.

  2. Nana Agustina (32): Karyawan laundry.

  3. Joko Cahyono (43): Karyawan laundry.

Selain dampak manusia, kerugian materil dilaporkan cukup besar. Kobaran api menghanguskan bangunan ruko beserta isinya, termasuk tiga unit sepeda motor, peralatan elektronik laundry, serta tumpukan pakaian milik pelanggan yang siap cuci.

Penanganan Hukum dan Imbauan Keamanan

Pasca-kejadian, petugas kepolisian segera melakukan sterilisasi area dengan memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Meskipun pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak prosedur autopsi, polisi tetap mendalami kasus ini untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian pidana.

Pihak berwajib juga mengeluarkan peringatan keras bagi para pelaku usaha maupun masyarakat umum agar lebih waspada dalam mengelola bahan bakar di ruang tertutup.

  • Hindari mencampur area: Jangan meletakkan bahan mudah terbakar (bensin, gas, tiner) di dekat sumber api (kompor, setrika, mesin).

  • Ventilasi yang baik: Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang cukup untuk membuang uap kimia atau gas yang terjebak.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network