Malang, malangterkini.id - Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 bagi warga Kota Malang diwarnai dengan kabar duka dan perubahan manifes keberangkatan. Berdasarkan laporan terbaru dari otoritas terkait, terdapat perubahan jumlah jemaah akibat faktor kesehatan dan kematian yang terjadi menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Rincian Pembatalan Keberangkatan
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida, mengungkapkan bahwa sebanyak lima calon haji dipastikan gagal berangkat pada musim haji kali ini. Secara terperinci, penyebab pembatalan tersebut meliputi:
Tiga Jemaah Wafat: Meninggal dunia saat masa penantian jadwal keberangkatan.
Dua Jemaah Menunda: Harus menjalani perawatan medis intensif akibat penyakit berat, termasuk stroke dan kondisi tidak sadarkan diri.
Elis menjelaskan bahwa kondisi kesehatan beberapa jemaah menurun drastis dalam waktu yang singkat. Bahkan, ditemukan kasus di mana jemaah yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit serius tiba-tiba mengalami penurunan kondisi fisik (drop) hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit sebelum sempat berangkat.
Optimasi Kuota Melalui Sistem Cadangan
Meskipun terdapat kendala pada lima individu tersebut, kuota total calon haji asal Kota Malang dipastikan tetap utuh di angka 1.201 orang. Hal ini dimungkinkan berkat sistem pramanifes yang efisien, di mana jemaah yang batal langsung digantikan oleh jemaah dari urutan cadangan yang telah siap secara administrasi dan kesehatan.
Seluruh calon haji yang akan bertolak ke Arab Saudi diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Prosedur ketat ini bertujuan untuk memvalidasi kesiapan fisik jemaah agar mampu menjalani rangkaian ibadah haji yang menguras energi.
Distribusi Kloter dan Profil Jemaah
Jemaah asal Kota Malang pada tahun 2026 ini terbagi ke dalam tujuh kelompok terbang (kloter). Berikut adalah perkembangan keberangkatannya:
Sudah Berangkat: Kloter 4, 10, dan 11.
Jadwal Menyusul: Kloter 12, 13, 14, dan 116 (dijadwalkan pada 24 April hingga 20 Mei 2026).
Profil usia jemaah tahun ini cukup kontras, di mana terdapat dua jemaah termuda yang masih berusia 16 tahun, sementara jemaah tertua tercatat mencapai usia 96 tahun. Keberagaman usia ini menjadi perhatian khusus bagi petugas di lapangan demi menjamin kenyamanan seluruh tamu Allah.
Pesan dan Imbauan Wali Kota
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan pesan khusus bagi para jemaah yang berangkat. Beliau menekankan tiga poin utama bagi jemaah selama berada di Tanah Suci:
Kedisiplinan: Mematuhi seluruh instruksi petugas dan aturan yang berlaku di Arab Saudi.
Etika: Menjaga nama baik Kota Malang dan Indonesia melalui perilaku yang santun.
Solidaritas: Saling menjaga kesehatan dan membantu sesama jemaah, terutama bagi mereka yang lanjut usia.
"Semoga para jemaah diberikan keselamatan hingga tujuan, dilancarkan ibadahnya, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur," pungkas Wahyu.


.png)


