GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Mikutopia di Ujung Tanduk: Rentetan Tragedi dan Polemik Izin di Destinasi Anyar Kota Batu

Kota Batu, malangterkini.id - Niat hati menyuguhkan pesona wisata baru di kawasan Bumiaji, destinasi bertajuk Mikutopia justru kini menjadi sorotan tajam publik. Bukan karena prestasi atau keindahan lanskapnya, melainkan karena serangkaian insiden fatal dan persoalan legalitas yang membayangi masa uji coba (trial) tempat wisata skala besar tersebut.

Geger Wahana 'Tiram' yang Diduga Patah

Keceriaan pengunjung pada Jumat (3/4) mendadak sirna dan berganti mencekam. Sebuah unggahan video dari akun TikTok @madesyaki02 menjadi viral setelah merekam momen pasca-insiden di salah satu wahana populer bernama Tiram. Wahana tersebut diduga mengalami kerusakan struktural atau patah saat beroperasi.

Iva Kartika Sari, sang pemilik akun, menceritakan kengerian di kolom komentar. Ia mengisahkan bagaimana suaminya harus melompat pagar demi menolong korban hingga mengalami luka lecet, sementara dirinya tengah berada di area bermain anak. Menanggapi viralnya kabar ini, Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Subagio, menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan kroscek lapangan meski belum menerima laporan resmi dari pihak pengelola maupun korban.

Catatan Kelam Masa Libur Lebaran

Tragedi di Mikutopia ternyata bukan yang pertama. Pada masa libur Lebaran lalu, tepatnya Senin (23/3), seorang pengunjung bernama Suyati dilaporkan meninggal dunia. Korban mendadak jatuh pingsan saat sedang mengantre tiket di tengah kerumunan massa yang membeludak.

Meski petugas sempat memberikan pertolongan pertama di Pos P3K dan merujuknya ke rumah sakit terdekat, nyawa Suyati tetap tidak tertolong. Insiden ini memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan fasilitas medis darurat di objek wisata tersebut saat menghadapi lonjakan pengunjung.

Sorotan Tajam WALHI Jatim: Ancaman Ekologi dan Izin Amdal

Di sisi lain, aspek lingkungan Mikutopia kini masuk dalam radar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur. Direktur Eksekutif WALHI Jatim, Pradipta Indra Ariono, menduga kuat bahwa proyek wisata ini belum mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Pradipta menekankan bahwa lokasi Mikutopia berada di kawasan resapan air hulu lereng Gunung Arjuno-Welirang yang sangat krusial. Ia memberikan kritik pedas kepada Pemerintah Kota Batu dan mendesak agar operasional tempat wisata tersebut segera dihentikan total hingga seluruh izin administratif dan kajian risiko bencana tuntas.

Teguran Dinas Pariwisata: "Uji Coba Bukan Alasan Abai Keselamatan"

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, turut angkat bicara mengenai status Mikutopia. Ia menegaskan bahwa label trial atau uji coba tidak memberikan izin bagi pengelola untuk mengesampingkan standar keselamatan dan ketersediaan tenaga medis.

"Kita akan lakukan monitoring lagi terkait kesiapan mereka. Fasilitas seperti ruang pemeriksaan dan tenaga medis harus ada. Selama ini kami belum melakukan survei mendalam karena statusnya masih uji coba," tegas Onny.

Evaluasi Total di Depan Mata

Kini, keberlangsungan Mikutopia tengah berada di titik nadir. Selain masalah keamanan wahana dan izin lingkungan, pengelola juga dihadapkan pada keluhan warga sekitar terkait analisis dampak lalu lintas (Amdal Lalin) yang dianggap semrawut. Pemerintah daerah kini didorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan legalitas Mikutopia sebelum jatuh korban berikutnya.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network