Kota Batu, malangterkini.id - Pemerintah Kota Batu akan segera menerapkan penutupan total akses jalan pada segmen tertentu, sebagai bagian penting dari upaya pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan. Penutupan ini akan diberlakukan pada Jalan Ir Soekarno, tepatnya di area depan SMPN 3 Kota Batu di Desa Beji. Penutupan jalan ini akan dilaksanakan secara ketat selama empat malam berturut-turut, dimulai pada tanggal 17 November hingga 20 November 2025. Waktu penutupan yang dipilih adalah pada malam hingga dini hari, yakni pukul 22.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB. Keputusan ini diambil demi menjamin kelancaran dan keamanan proyek strategis ini.
Proyek Pemasangan Double U Box Raksasa
Tujuan utama dari penutupan total akses jalan ini adalah untuk memfasilitasi proses pemasangan material double u box (DUB). Pemasangan DUB ini merupakan elemen krusial dan tidak terpisahkan dalam proyek pembangunan fasilitas publik yang lebih besar, yaitu pembangunan pedestrian (jalur pejalan kaki) yang modern dan pembangunan jembatan baru yang vital di lokasi tersebut. Proses teknis pemasangan DUB ini membutuhkan ketelitian tinggi dan penggunaan peralatan berat yang spesifik.
Material DUB yang akan dipasang memiliki bobot yang sangat signifikan, diperkirakan mencapai sekitar 36 ton. Untuk mengangkat dan menempatkan struktur beton pra-cetak seberat ini dengan presisi, diperlukan penggunaan alat berat khusus. Dalam hal ini, panitia proyek telah menyiapkan crane berkekuatan 100 ton. Penggunaan crane berkapasitas besar ini menunjukkan skala dan tingkat kesulitan teknis dari pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan di lokasi Jalan Ir Soekarno. Keberadaan crane raksasa di jalan raya secara otomatis memerlukan penghentian total lalu lintas demi alasan keselamatan publik.
Strategi Pengerjaan Malam Hari untuk Mengurai Kemacetan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menjelaskan strategi di balik pemilihan waktu pengerjaan. Pemasangan DUB, yang melibatkan pengangkatan beban 36 ton dengan crane 100 ton, secara khusus dijadwalkan untuk dilakukan pada malam hari hingga menjelang pagi. Tujuan utama dari penjadwalan ini adalah untuk menghindari terjadinya kemacetan lalu lintas yang parah.
Jalan Ir Soekarno merupakan salah satu jalur utama dengan volume kendaraan yang tinggi, terutama pada siang hari. Jika pengerjaan berat ini dilakukan pada jam sibuk, dampaknya terhadap kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat Kota Batu dipastikan akan sangat signifikan. Oleh karena itu, skema penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas secara efektif akan diterapkan selama periode pengerjaan malam hari tersebut.
"Keputusan untuk melaksanakan pengerjaan konstruksi ini pada periode malam hari hingga pagi hari adalah keputusan yang sangat strategis. Tujuannya sangat jelas dan mendasar: untuk menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan yang optimal. Keselamatan ini berlaku ganda, baik untuk para pekerja konstruksi yang sedang bertugas di lapangan maupun bagi seluruh pengguna jalan yang melintas di sekitar area proyek," tegas Alfi Nurhidayat saat dikonfirmasi oleh awak media pada hari Sabtu (15/11).
Koordinasi Intensif dengan Berbagai Pihak
Sebelum penetapan tanggal penutupan jalan dan skema pengalihan arus secara resmi diumumkan kepada publik, Dinas PUPR Kota Batu telah mengambil langkah proaktif dengan mengadakan rapat koordinasi yang sangat intensif dan menyeluruh. Rapat ini melibatkan semua pihak dan instansi terkait yang memiliki otoritas dan tanggung jawab terhadap pengaturan lalu lintas dan jalan.
Pihak-pihak yang terlibat dalam koordinasi teknis penting ini meliputi:
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu: Bertanggung jawab penuh atas skema pengamanan dan pengalihan arus lalu lintas di lapangan.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Provinsi Jawa Timur: Turut serta karena Jalan Ir Soekarno merupakan bagian dari jaringan jalan provinsi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur: Menyediakan perspektif dan dukungan teknis terkait manajemen transportasi regional.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu: Mengatur manajemen lalu lintas lokal dan penempatan rambu-rambu pengalihan.
Pihak SMPN 3 Beji: Sebagai perwakilan institusi yang berada persis di depan lokasi proyek, mereka dilibatkan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas sekolah.
"Kami sudah menyelesaikan rapat koordinasi yang sangat detail dan teknis bersama dengan semua instansi terkait yang bertanggung jawab. Saat ini, semua persiapan telah matang dan hanya tinggal menunggu waktu untuk tahap pelaksanaannya. Tentu saja, hasil dari rapat koordinasi yang telah disepakati bersama ini akan terus disesuaikan dengan kondisi riil dan dinamika yang mungkin terjadi di lapangan selama proses pelaksanaan konstruksi berlangsung," jelas Alfi.
Dampak Jangka Panjang: Jalan Lebih Lebar dan Aman
Pembangunan pedestrian dan jembatan baru yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Batu ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan dalam jangka panjang. Kepala Dinas PUPR Kota Batu mengungkapkan bahwa jika proyek pembangunan pedestrian ini berhasil diselesaikan sesuai rencana, maka akan ada dua manfaat utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertama, jalan akan menjadi semakin lebar. Meskipun penutupan sementara dilakukan, hasil akhirnya adalah tata ruang jalan yang lebih efisien dan terstruktur. Kedua, dan yang paling penting, adalah keamanan pengguna jalan akan jauh lebih bagus.
Dengan adanya pedestrian yang layak dan terpisah dari jalur kendaraan, pejalan kaki, khususnya para siswa dan siswi SMPN 3 Kota Batu serta warga Desa Beji, akan memiliki jalur aman yang spesifik. Peningkatan keamanan ini sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kualitas hidup di sekitar Jalan Ir Soekarno. Pemasangan DUB ini sendiri merupakan fondasi struktural yang kuat untuk menopang pedestrian dan jembatan baru, memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun akan kokoh, tahan lama, dan mampu melayani kebutuhan masyarakat Kota Batu selama bertahun-tahun ke depan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan infrastruktur kota yang modern, aman, dan ramah bagi semua kalangan.


.png)


