Malang, malangterkini.id - Kepolisian Resor (Polres) Lumajang mengambil langkah cepat dan taktis dalam penanganan dampak erupsi sekunder Gunung Semeru dengan mengerahkan peralatan berat, salah satunya adalah mobil Water Cannon. Pengerahan ini bertujuan untuk membersihkan material vulkanik yang menutupi ruas jalan utama yang menghubungkan Lumajang dan Malang, khususnya di area rawan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Aktivitas pembersihan ini berfokus pada penyemprotan air bertekanan tinggi ke badan jalan. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa jalur transportasi vital tersebut tetap aman untuk dilalui oleh masyarakat, baik pejalan kaki maupun berbagai jenis kendaraan yang melintas. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama pihak kepolisian.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menjelaskan bahwa penggunaan mobil Water Cannon merupakan strategi untuk mempercepat proses mitigasi dan penanganan dampak yang ditimbulkan oleh erupsi Gunung Semeru, terutama akumulasi material dari letusan sekunder di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
"Mobil Water Cannon kami turunkan untuk mempercepat proses pembersihan terutama di titik-titik yang paling terdampak oleh material vulkanik," ujar AKBP Alex Sandy Siregar saat dikonfirmasi oleh awak media pada hari Rabu (26/11/2025).
Ancaman Abu dan Pasir Vulkanik di Badan Jalan
Material vulkanik, berupa abu halus dan pasir, yang sebelumnya terbawa oleh aliran lahar, diketahui menumpuk signifikan di beberapa bagian badan jalan. Tumpukan material ini menimbulkan potensi bahaya yang serius bagi pengguna jalan. Jalanan yang tertutup pasir dan abu dapat menyebabkan kendaraan tergelincir, mengurangi jarak pandang, dan secara keseluruhan mengganggu stabilitas lalu lintas.
Proses pembersihan menggunakan Water Cannon ini secara efektif menghilangkan lapisan material vulkanik tersebut. Air bertekanan tinggi mampu menyapu bersih abu dan pasir yang merekat kuat di permukaan aspal, mengembalikan kondisi jalan menjadi lebih optimal dan aman untuk dilalui.
Pemantauan dan Imbauan Kepada Masyarakat
Selain fokus pada pembersihan, Polres Lumajang juga meningkatkan kegiatan pemantauan dan menempatkan personel gabungan di berbagai titik yang dianggap rawan terhadap akumulasi abu vulkanik. Wilayah-wilayah yang menjadi perhatian khusus meliputi jalur-jalur di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, yang memang letaknya sangat berdekatan dengan daerah aliran lahar Besuk Kobokan.
Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan arahan, mengawasi pergerakan material, dan memastikan bahwa masyarakat mengikuti petunjuk demi keselamatan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Alex Sandy Siregar turut menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat. "Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan selalu waspada saat melintas di jalur-jalur terdampak. Sangat penting bagi mereka untuk mengikuti seluruh arahan yang diberikan oleh petugas yang berada di lapangan," terangnya.
Upaya kolaboratif antara Polres Lumajang dan instansi terkait ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan berkelanjutan dalam menghadapi potensi ancaman dari aktivitas Gunung Semeru, memastikan bahwa dampak bencana dapat diminimalisir dan akses vital tetap terjaga. Aktivitas pembersihan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas jalan dinyatakan benar-benar bersih dan aman untuk dilalui.


.png)


