GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Pesan Terakhir yang Menyayat Hati dari Jembatan Soekarno-Hatta: Dugaan Tekanan Akademik di Balik Tragedi Mahasiswa Malang

Malang, malangterkini.id - Sebuah tragedi memilukan mengguncang Kota Malang setelah seorang mahasiswa berinisial NFR (25) diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta pada Jumat malam (28/11/2025). Peristiwa ini semakin menyentuh hati setelah terungkapnya pesan terakhir yang dikirim korban kepada adiknya beberapa jam sebelum kejadian.

Kata-Kata Perpisahan kepada Sang Adik

Kompol Anang Tri Hananta, Kapolsek Lowokwaru, membenarkan bahwa adik korban datang ke lokasi kejadian (TKP) setelah menerima pesan terakhir yang dikirim sekitar pukul 16.00 WIB di sore hari. Pesan yang berisi permohonan maaf dan nasihat itu menjadi petunjuk awal motif di balik keputusan tragis korban.

Dalam pesan yang ditujukan kepada adiknya, yang ia panggil "Lif," korban mengungkapkan rasa penyesalannya karena merasa tidak bisa menjadi kakak yang baik.

"Lif, aku mau minta maaf kalo selama ini aku ga bisa jadi kakak yang baik. Dengan sikapku yang selama ini egois dan pemalas yang ngerepotin atau bikin kamu sakit hati. Aku juga mau berterima kasih karna selama ini sering diingetin sampe dibantuin segala macem. Kamu bisa ngeliat sendiri sifat dan kebiasaanku gimana... Intinya kamu udah ngeliat dengan sikapku yg kaya begitu ujungnya kayak ya begini, sampe skripsi molor bertahun2 ga selese-selese."

Pesan tersebut juga memuat nasihat mendalam, mengingatkan adiknya untuk serius dalam belajar, berhati-hati dengan konten di media sosial dan lingkungan pertemanan, serta yang paling ditekankan adalah menjaga ibadah.

"Dan terakhir jangan lupa ibadahnya dijaga. Itu bisa menjagamu dengan cara tidak terduga."

Ia menutup pesannya dengan permohonan untuk adiknya agar menjaga ibu mereka. "Aku minta tolong jagain mama, maaf aku gabisa bantu dan malah nyusahin. Love, kakakmu Fino."

Dugaan Tekanan Akademik

Berdasarkan keterangan dari adik korban dan hasil penyelidikan sementara, NFR yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi negeri di Malang, diduga mengalami tekanan berat terkait pendidikannya. Hambatan dalam penyelesaian skripsi yang disebutkan korban dalam pesannya menguatkan dugaan ini.

"Dari penyelidikan sementara dan keterangan adiknya, diduga korban mengalami tekanan pendidikan kuliahnya," jelas Kompol Anang Tri Hananta.

Kronologi Penemuan Jenazah

Peristiwa tragis itu pertama kali disaksikan oleh seorang pengendara motor yang melintas di Jembatan Soekarno-Hatta sekitar pukul 19.00 WIB.

Saksi mata melihat NFR awalnya duduk di pagar pembatas jembatan sambil meminum air putih. Tak lama berselang, saksi melihat korban menjatuhkan diri ke bawah jembatan.

Saksi segera memanggil petugas keamanan apartemen terdekat untuk melaporkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, tim kepolisian langsung bergerak cepat ke TKP untuk melakukan identifikasi dan evakuasi jenazah.

"Kami langsung datang ke TKP, setelah mendapatkan laporan, kemudian mengidentifikasi dan mengevakuasi korban," pungkas Kapolsek.

Jenazah NFR, mahasiswa berusia 25 tahun, telah dievakuasi untuk proses lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat yang menyedihkan akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan dalam menghadapi tantangan akademik yang berat.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network