Malang, malangterkini.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini tengah berupaya keras untuk merealisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh wilayahnya. Meskipun niat tersebut sangat kuat, pelaksanaannya di lapangan masih menemui sejumlah tantangan signifikan. Masalah utama yang menjadi ganjalan adalah sulitnya menemukan lahan yang representatif dan siap digunakan sebagai pusat operasional koperasi di tingkat kelurahan.
Strategi Adaptif: Memanfaatkan Fasilitas Kelurahan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kendala ketersediaan lahan tidak akan menghentikan langkah pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan melalui KMP. Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah menginstruksikan penggunaan ruang yang ada di kantor-kantor kelurahan untuk dijadikan gerai sementara.
Salah satu contoh sukses dari inovasi ini dapat dilihat di Kelurahan Bunulrejo. Di wilayah ini, kantor kelurahan yang sebelumnya digunakan untuk gerai produk UMKM dialihfungsikan menjadi pusat aktivitas Koperasi Merah Putih.
Poin-Poin Penting Terkait Kendala Lahan:
Standar Luas Lahan: Idealnya, pendirian satu gerai KMP membutuhkan lahan seluas 1.000 meter persegi.
Proses Inventarisasi: Pemkot Malang sedang melakukan pendataan aset-aset tanah milik pemerintah kota yang sekiranya dapat dikonversi menjadi lokasi koperasi.
Kepadatan Kota: Mencari lahan seluas itu di tengah padatnya pemukiman Kota Malang merupakan tantangan teknis yang cukup berat.
Sinergi dengan Program Strategis Nasional
Pendirian KMP bukan sekadar unit bisnis biasa. Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa koperasi ini memiliki fungsi strategis untuk mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sinergi ini dirancang agar pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan selaras dengan penguatan ekonomi lokal.
Dengan adanya KMP di tiap kelurahan, SPPG tidak perlu lagi mencari pasokan bahan pokok ke tempat yang jauh. Kebutuhan operasional seperti:
Beras berkualitas,
Gula pasir,
Gas Elpiji, dan
Air minum layak konsumsi.
Semua kebutuhan tersebut kini dapat dikoordinasikan langsung melalui KMP. Pola kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem di mana program gizi berjalan lancar, sementara unit usaha koperasi terus tumbuh dan berkembang.
Progres Pembangunan dan Unit Usaha
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjabarkan bahwa setiap unit KMP telah dirancang untuk mengelola tiga bidang usaha utama yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bidang tersebut meliputi penyediaan sembako, distribusi elpiji, serta penyediaan air minum berkualitas tinggi.
Data Terkini Perkembangan KMP di Malang:
Total Target: 57 Koperasi Merah Putih.
Sudah Beroperasi: 12 unit KMP.
Status Gedung: Mayoritas masih menumpang di kantor kelurahan.
Pembangunan Mandiri: Dua wilayah, yakni Kelurahan Bandungrejosari dan Arjowinangun, telah memulai proses pembangunan gedung sendiri yang saat ini memasuki tahap penyelesaian.
Meskipun sebagian besar masih bersifat transisi dengan memanfaatkan gedung kelurahan, langkah ini dipandang sebagai awal yang positif untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa harus menunggu seluruh infrastruktur fisik sempurna.


.png)


