Malang, malangterkini.id - Gelaran Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) dalam rangka pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang akhirnya mencapai titik final. Setelah melalui proses yang diwarnai tensi tinggi dan perdebatan alot, Darmadi resmi terpilih sebagai ketua baru untuk memimpin organisasi induk olahraga tersebut.
Ketegangan di Ruang Sidang: Antara Voting Terbuka dan Tertutup
Pelaksanaan Musorkablub yang digelar pada Sabtu (14/2) ini sejak awal sudah diprediksi akan berlangsung dinamis. Suasana di dalam forum sempat memanas ketika para peserta mulai membahas mekanisme pemungutan suara. Perbedaan pandangan muncul secara tajam:
Kubu Pertama: Menghendaki proses voting dilakukan secara terbuka demi transparansi langsung di hadapan forum.
Kubu Kedua: Mengusulkan sistem voting tertutup guna menjaga kerahasiaan pilihan dan kondusivitas antar-cabang olahraga (cabor).
Saking alotnya perdebatan, pimpinan rapat terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melakukan skorsing waktu. Langkah jeda ini diambil untuk mendinginkan kepala para peserta sebelum akhirnya mencapai mufakat untuk menggunakan sistem voting tertutup.
Peta Persaingan dan Mundurnya Kandidat
Awalnya, terdapat tiga figur kuat yang muncul di bursa calon ketua, yakni:
Darmadi (Kandidat kuat dengan dukungan mayoritas cabor).
Zia’ul Haq (Sosok penantang yang memiliki basis massa sendiri).
Hendra Prastiyawan (Wakil Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur).
Namun, dinamika berubah sesaat sebelum kotak suara dibuka. Hendra Prastiyawan secara mengejutkan memilih untuk mengundurkan diri dari bursa pencalonan. Keputusan ini secara otomatis mengerucutkan persaingan menjadi duel head-to-head antara Darmadi dan Zia’ul Haq.
Hasil Akhir: Kemenangan Telak 40 Suara
Setelah ketegangan mereda dan proses pemungutan suara berjalan, Darmadi yang sejak awal mengantongi dukungan dari 41 cabang olahraga berhasil membuktikan dominasinya. Ia sukses meraih 40 suara, sementara rivalnya, Zia’ul Haq, memperoleh 19 suara. Kemenangan ini secara sah menetapkan Darmadi sebagai suksesor kepemimpinan KONI Kabupaten Malang.
Misi Perbaikan dan Target "Dua Besar" Porprov
Pemilihan luar biasa ini merupakan respons atas pengunduran diri ketua sebelumnya, Rosyidin, pada Desember 2025 lalu. Dalam pidato kemenangannya, Darmadi membawa misi besar untuk melakukan "pembersihan" dan perbaikan iklim organisasi.
"Saya berkomitmen memperbaiki kinerja KONI agar insiden atau permasalahan yang terjadi di periode sebelumnya tidak terulang kembali," tegas Darmadi.
Fokus utama kepengurusan baru ini meliputi:
Reformasi Birokrasi: Menata ulang tata kelola organisasi agar lebih profesional.
Pendanaan Terukur: Memastikan dukungan finansial bagi atlet dikelola secara transparan dan tepat sasaran.
Pembinaan Berjenjang: Memperkuat fondasi atlet muda melalui sistem kompetisi yang berkelanjutan.
Darmadi optimis bahwa dengan perubahan iklim kerja di tubuh KONI, Kabupaten Malang mampu menembus posisi dua besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.


.png)


