GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Gairah Investasi di Malang Raya: Rekor Pertumbuhan Investor Pasar Modal Melampaui 32 Persen

Malang, malangterkini.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatatkan pencapaian impresif terkait tingkat inklusi pasar modal di wilayah kerjanya. Berdasarkan data terbaru hingga akhir November 2025, antusiasme masyarakat untuk terjun ke dunia investasi menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini tercermin dari lonjakan jumlah Single Investor Identification (SID) yang tumbuh signifikan sebesar 32,42 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Lonjakan Signifikan di Kabupaten Malang

Kabupaten Malang muncul sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ini. Wilayah tersebut kini menempati posisi kedua dengan jumlah investor terbanyak di bawah naungan OJK Malang, tepat setelah Kota Malang.

  • Data November 2024: Tercatat sebanyak 81 ribu SID.

  • Data November 2025: Melonjak drastis hingga melampaui angka 110 ribu SID.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap iklim investasi di wilayah Malang Raya tetap terjaga dengan sangat baik, meski di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.

Diversifikasi Produk dan Volume Transaksi

Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada jumlah investor saham secara umum, tetapi juga merambah ke instrumen reksa dana. Data menunjukkan adanya kenaikan jumlah nasabah Agen Penjual Reksa Dana (APERD) sebesar 20,84 persen (yoy), dengan total mencapai 42 ribu investor.

Sektor perdagangan saham pun mencatatkan angka yang fantastis:

  • Nilai Penjualan: Tumbuh eksponensial sebesar 141 persen (yoy).

  • Total Transaksi: Mencapai angka Rp 6,77 triliun.

  • Aktivitas Pasar: Melibatkan 1,2 juta frekuensi transaksi dengan volume mencapai 15,8 juta.

Secara kumulatif, total SID di seluruh wilayah kerja OJK Malang kini menyentuh angka 373,6 ribu orang. Angka ini merepresentasikan sekitar 1,91 persen dari total SID secara nasional.

Dominasi Anak Muda dan Peran Digitalisasi

Salah satu fenomena menarik dalam pertumbuhan ini adalah dominasi kelompok usia muda. Aksesibilitas teknologi menjadi faktor kunci, di mana mayoritas investor individu kini lebih memilih menggunakan aplikasi investasi populer seperti Bibit, Stockbit, hingga platform aset kripto.

Farid Faletehan menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Malang, wajar jika daerah ini menjadi penyumbang investor terbesar kedua.

Pesan Kewaspadaan: Prinsip "Uang Dingin"

Meski menyambut baik tren positif ini, OJK tetap memberikan peringatan keras bagi para investor pemula, khususnya kaum muda. Farid mengingatkan bahwa pasar modal memiliki karakteristik high return, high risk—potensi keuntungan besar selalu dibarengi dengan risiko kerugian yang setara.

"Pastikan dana yang digunakan untuk berinvestasi di pasar modal adalah dana yang memang dialokasikan untuk investasi, atau yang sering disebut sebagai 'uang dingin'. Ini adalah uang yang sekiranya tidak akan mengganggu stabilitas finansial pribadi jika terjadi fluktuasi pasar," pungkas mantan Kepala OJK Bangka Belitung tersebut.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network