GfC8TSAlTSGoTUAoTfz7GpA9TA==

Panduan Naik Angkot Di Kota Malang Untuk Pemula, Jangan Sampai Tersesat

Malang, malangterkini.id - Kalau lagi di Malang, Jawa Timur, pasti pernah liat angkot biru kecil bertebaran di jalanan, kan? Yap — angkot adalah salah satu transportasi paling budget‑friendly buat jelajahi kota Aremania ini. Dari kampus sampai spot kuliner, dari alun‑alun hingga stasiun, angkot sering jadi andalan anak kost dan backpacker. Tapi buat pemula, naik angkot itu bisa bikin bingung banget. Tenang, di artikel kali ini Malang Terkini bakal bantu WargaMalang biar gak tersesat saat naik angkot di Malang. Yuk simak.

Kenalan Sama Angkot Di Malang 

Angkot itu singkatan dari Angkutan Kota, yaitu kendaraan umum kecil yang biasa WargaMalang lihat warna biru di Malang. Angkot bisa berhenti bukan cuma di terminal, tapi juga di pinggir jalan kalau WargaMalang angkat tangan. Ciri khasnya:

Warna Biru Semua 

Di Malang, mayoritas angkot itu berwarna biru. Jadi kalau WargaMalang liat kendaraan kecil biru yang mondar‑mandir di jalan kota, besar kemungkinan itu angkot. Warna ini jadi semacam kode visual biar penumpang gampang ngenalin angkot, beda sama mobil pribadi atau ojol. Jadi kalau nyasar, cukup fokus cari yang biru aja.

Kapasitas Sekitar 10–15 Orang

Angkot bukan bus besar, tapi kendaraan mini. Biasanya bisa muat 10 sampai 15 orang, tergantung model dan barang bawaan penumpang. Kalau full, sopir biasanya nunggu beberapa menit sebelum berangkat atau mulai jalan pelan‑pelan, biar aman. Jadi jangan kaget kalau kadang angkot berhenti di beberapa titik buat naikin penumpang tambahan.

Tarif Murah Banget (Sekitar Rp 5.000 Sekali Jalan)

Salah satu alasan orang suka naik angkot adalah harga super ramah di kantong. Biasanya sekali jalan hanya Rp 5.000, tergantung jarak. Bandingkan sama taksi atau ojol, jelas lebih hemat. Tapi perlu siapin uang pas, karena kadang sopir gak punya kembalian banyak.

Rute Ditandai Kode Huruf (Kayak “ADL”, “ABB”, dll)

Setiap angkot punya kode trayek yang biasanya 2–3 huruf, contohnya ADL, ABB, ABH, dll. Kode ini penting supaya WargaMalang tau angkot itu menuju rute mana. Contoh:

  • ADL → Arjosari → Dinoyo → Landungsari

  • ABB → Arjosari → Borobudur → Bunulrejo

Dengan kode ini, WargaMalang bisa cepat ngecek angkot mana yang harus WargaMalang naiki tanpa tanya berkali‑kali. Kalau masih bingung, tinggal tanya sopir atau penumpang lain, mereka biasanya ramah kok.

Rute Angkot Yang Wajib Dihafalin

Ini nih daftar rute angkot paling sering dipakai warga dan traveler di Malang (update 2026):

Kode Trayek

Rute Utama

Cocok Buat

ABB

Arjosari → Borobudur → Bunulrejo

Spot kuliner & kampus bagian barat

ABH

Arjosari → Borobudur → Hamid Rusdi

Jalan ke area timur

ADL

Arjosari → Dinoyo → Landungsari

Rute yang sering dipakai wisatawan

AH

Arjosari → Hamid Rusdi

Travel cepat tanpa putar

AL

Arjosari → Landungsari

Menuju arah barat kota

MK

Madyopuro → Karang Besuki

Buat area rumah & kost‑an

MM

Mulyorejo → Madyopuro

Rute lengkap ke pusat kota

Cara Naik & Turun Angkot Di Malang (Biar Nggak Salah Jalan)

Berikut ini adalah cara naik & turun angkot di Malang biar nggak salah jalan:

Naik Dengan Angkat Tangan Di Pinggir Jalan

Di Malang, angkot nggak selalu berhenti di halte resmi, jadi WargaMalang harus aktif menandai kalau mau naik. Caranya gampang: berdirilah di pinggir jalan yang aman, jangan terlalu dekat dengan arus lalu lintas, lalu angkat tangan atau lambaikan tangan ke arah sopir. Biasanya sopir bakal memperlambat laju atau berhenti jika ada penumpang yang mau naik. Tips tambahan: kalau malam hari atau hujan, pastikan pakaian WargaMalang terlihat jelas supaya sopir bisa melihat dari jauh.

Konfirmasi Tujuan Sebelum Duduk

Setelah angkot berhenti, jangan langsung duduk, tapi sapa sopir dan bilang tujuan WargaMalang dengan jelas. Misalnya: “Mas, ke Landungsari ya?” Ini penting supaya WargaMalang tahu angkot itu betul-betul menuju tujuan WargaMalang. Kalau rutenya beda, sopir bisa kasih info apakah WargaMalang harus ganti angkot di titik tertentu. WargaMalang juga bisa sekalian tanya perkiraan ongkos atau berapa lama perjalanan, jadi lebih siap dan nggak bingung saat di jalan.

Turun Dengan Memberi Tanda Jelas

Sebelum sampai tujuan, beri tanda ke sopir dengan mengucapkan “kiri” atau “kanan” sesuai sisi jalan tempat WargaMalang mau turun. Jangan tunggu sampai pas di depan tujuan, karena sopir butuh waktu untuk berhenti aman di pinggir jalan. Tips tambahan: kalau angkot sedang ramai, pegang tas atau barang WargaMalang supaya sopir tahu WargaMalang mau turun. Selain itu, jangan ragu untuk menepuk bahu sopir atau memberi kode dengan tangan kalau perlu, karena beberapa sopir fokus sama jalan dan penumpang di dalam.

Bayar Ongkos Pas Saat Turun

Sistem bayar angkot biasanya langsung ke sopir saat turun. Tarif standar di Malang sekitar Rp 5.000–10.000 tergantung jarak rutenya. Bawa uang pas supaya sopir nggak repot memberi kembalian, apalagi kalau angkot penuh dan sopir sibuk. Kalau mau lebih nyaman, siapkan beberapa lembar uang kecil. Tips tambahan: jangan lupa cek rute di peta sebelum naik, supaya WargaMalang tahu kapan harus siap bayar dan di mana harus turun.

Tips Biar Nggak Nyasar & Anti Drama

Berikut ini adalah beberapa tips penting dari Malang Terkini biar naik angkot di Malang nggak nyasar dan anti drama:

Gunakan Google Maps Atau Waze

Sebelum naik angkot, cek dulu rute di Google Maps atau Waze. Cari titik awal dan tujuan, terus perhatikan rute angkot yang dilalui. Dengan begitu, WargaMalang bisa tau kapan harus naik atau turun, dan nggak asal ikut penumpang lain. Trik tambahan: aktifkan mode satellite supaya gampang ngenalin jalanan nyata dan persimpangan penting.

Tanya Dulu Ke Sopir Atau Penumpang

Kalau masih ragu, jangan malu untuk bertanya langsung. Contohnya: “Mas, ini angkot ke Dinoyo ya?” atau tanya penumpang lain yang kelihatan sering naik angkot. Orang Malang biasanya ramah dan bakal bantuin. Dengan cara ini, kemungkinan nyasar bisa diminimalkan karena WargaMalang punya konfirmasi langsung.

Pilih Ojol Sebagai Cadangan

Kalau rute angkot terlalu rumit atau waktunya mepet, WargaMalang bisa pakai ojek online (Gojek/Grab). Harganya lebih tinggi dibanding angkot, tapi bisa bikin perjalanan lebih cepat dan nyaman. Ini juga aman kalau malam hari atau hujan deras, karena sopir ojol biasanya lebih fleksibel dan bisa antar sampai depan tujuan.

Perhatikan Jam Operasional Angkot

Angkot di Malang biasanya jalan dari pagi sampai sore (sekitar 06.00–19.00). Kalau naik terlalu pagi atau terlalu malam, bisa jadi angkot sepi atau bahkan nggak ada yang lewat. Jadi pastikan WargaMalang naik di jam operasional normal supaya nggak nyasar atau kebingungan harus nyari transportasi lain.

Siapkan Peta Rute Atau Catatan Kecil

Kalau WargaMalang tipe pemula, bikin catatan kecil rute angkot yang bakal dipakai. Contohnya: kode trayek, titik naik, titik turun, perkiraan ongkos. Bisa juga screenshot peta dari Google Maps biar gampang dilihat. Dengan persiapan ini, kemungkinan salah naik angkot atau turun di tempat yang salah bisa jauh berkurang.

Kesimpulan

Naik angkot di Kota Malang itu murah, lokal banget, dan bisa jadi pengalaman unik buat WargaMalang yang baru pertama kali ke sini. Tapi karena rutenya banyak dan jadwalnya santai banget (tanpa halte khusus), WargaMalang wajib siapin strategi supaya gak tersesat, sampai tujuan tanpa drama, dan tetap chill vibes. Yuk, cobain naik angkot bareng teman sambil jelajahi kuliner, kampus, dan spot IG‑able di Malang.

Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network
Advertisement
pasang iklan media online nasional pewarta network

Ketik kata kunci lalu Enter

close
pasang iklan media online nasional pewarta network